Lulus Cumlaude di Prancis, Kembali Lanjutkan Studi



DUA mahasiswa Kota Batu yang belajar di Prancis akhirnya menuntaskan pendidikan di Negara Napoleon ini dengan predikat Cumlaude. Keduanya adalah Galih Aditya Pratama Putra, mahasiswa jurusan Teknik Komersial di Lycee Guy de Maupassant, Kota Le Havre, Perancis dan  Farhan Savero, mahasiswa jurusan asisten teknis insinyur di Lycee Jules Siegfried, Kota Le Havre, Prancis. Dua mahasiswa asal Batu ini belajar di tempat yang berbeda. Galih belajar di Lycee (pendidikan menengah utama setingkat D3 di Indonesia-red) Guy de Maupassant sementara Farhan bersekolah di Lycee Jules Siegfried. Keduanya lulus cumlaude dan meneruskan S1-nya di Prancis. 27 Agustus ini, Galih akan bertolak menuju ke Prancis, sementara 11 September mendatang Farhan akan kembali ke Prancis untuk meneruskan kuliahnya di S1.
“Alhamdulillah, keduanya (Galih dan Farhan) cumlaude, jadi bekal untuk melanjutkan S1. Kemarin itu kuliah D3, menghabiskan waktu dua tahun lebih. Untuk S1-nya, keduanya juga sudah mendapatkan beasiswa di Prancis, jadi mereka meneruskan di sana,” ujar Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Galih Aditya Pratama Putra dan  Farhan Savero mendapatkan beasiswa dari Pemkot Batu untuk menempuh pendidikan setara D3 di Prancis itu. Sama seperti D3 tersebut, Pemkot Batu akan memberikan beasiswa kembali untuk kedua siswa ini dalam bentuk bantuan biaya hidup.
“Kalau beasiswa pendidikannya, mereka sudah ditanggung lembaga pendidikan di Prancis itu. Biasanya anak-anak dari sini, tidak punya biaya untuk pergi ke luar negeri dan biaya hidup di sana. Karena itu, kami beri mereka bantuan biaya hidup selama belajar di Prancis,” tambah mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu ini.
Anak-anak Kota Batu yang belajar di luar negeri ini berprestasi. Mereka ikut seleksi online, kemudian diterima pada Perguruan Tinggi yang dituju. Mereka juga mendapatkan beasiswa dari negara lokasi lembaga pendidikan tersebut ada.
“Belajarnya mereka gratis karena ditanggung oleh negara sana. Namun untuk makan, kost dan kebutuhan sehari-hari, mereka tidak punya. Di sinilah peran Pemkot Batu untuk menanggung biaya hidup,” tambahnya.
Jumlahnya bantuan itu, kata Mistin bervariasi. Selain Galih dan Farhan, ada beberapa mahasiswa asal Batu yang mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan. Satu mahasiswa atas nama Ferdi belajar di Rusia, satu mahasiswi belajar di China atas nama Della A, Malaysia satu  orang, Filipina satu orang dan Thailand satu  orang. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :