Lulusan Politeknik Kodiklatad Pamerkan Karya Alutsista


 
BATU - Alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dipamerkan dalam penutupan pendidikan dan wisuda D3 angkatan XXIV Politeknik Kodiklatad di Pusdikarhanud TNI AD, Junrejo, Kota Batu pada Kamis (13/9). Alutsista yang dipamerkan itu adalah hasil karya dari 41 wisudawan Politeknik Kodiklatad yang nantinya bakal menjadi tumpuan TNI AD dalam mengembangkan persenjaan yang semakin modern.
Dankodiklat Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI AM Putranto, S.Sos yang hadir dalam kesempatan tersebut sebagai inspektur upacara mengatakan, sangat bangga dengan hasil karya yang diciptakan oleh para Bintara. Mengingat saat ini Alutsista mengalami dan membutuhan perkembangan yang pesat untuk Angkatan Darat.
Dari lulusan Diploma 3 di tiga bidang, yakni teknik otomotif kendaraan tempur, teknik telekomunikasi militer, dan teknik elektronika sistem senjata diungkapkannya, sangat luar biasa. Pasalnya, para wisudawan telah membuat Alutsista yang belum dimiliki dan terus dinovasikan agar lebih efektif. 
"Saya bangga dengan karya mereka. Karena mereka telah membuat terobosan alat-alat yang belum dimiliki Alutsista di angkatan darat. Kami ingin mereka yang lulus bisa terjun langsung untuk pembuatan Alutsista di angkatan darat," ujar Letnan Jenderal TNI AM Putranto kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, karya dari wisudawan yang menjalani pendidikan selama tiga tahun ini masih dalam segala keterbatasan. Apalagi yang dihadapi adalah Alutsista yang baru.
"Karena itu, kami harap para lulusan bisa siap bekerja untuk mendukung program yang sudah dilaksanakan oleh angkatan darat dengan kemampuan dan inovasi yang dimilikinya," bebernya.
Salah satu lulusan terbaik jurusan teknik elektronika sistem senjata, Sertu M. Kurniadi A.Md bersama lima temannya berhasil menciptakan karya rancang bangun lengan RCSW pada robot tempur kota. Di mana robot tersebut memiliki kelebihan untuk bergerak secara fleksibel dan mampu berputar hingga 360 derajat. 
"Karya yang kami ciptakan adalah robot yang mampu menembak ke berbagai arah. Karena selama ini, alat yang dibuat hanya bisa menembak secara berpusat. Sehingga dengan alat yang kami buat bisa dan mampu mengarahkan pada objek di berbagai arah," bebernya. 
Ia menambahkan, dalam pembuatan robot tempur kota ini menghabiskan dana antara Rp 40-50 juta. Ia berharap, ke depannya alat yang telah diciptakan bersama timnya itu bisa diguankan oleh TNI AD dan dikembangkan lebih baik lagi.
Dari 41 lulusan tersebut, Sertu M. Kurniadi A.Md sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,53 jurusan teknik otomotif kendaraan tempur. Sedangkan untuk jurusan teknik telekomunikasi militer ada Sertu Kowad Norma Windiyanto A.Md yang menjadi wisudawan terbaik dengan nilai IPK 3,77 dan Sertu Aji Paringga Jati A.Md yang meraih IPK 3,83 dari Batalyon kavaleri Narasinga Wiratama divif 2 Kostrad. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :