magista scarpe da calcio Mahasiswa Hibahkan Mobil Listrik


Mahasiswa Hibahkan Mobil Listrik

 
BATU – Pengunjung Museum Angkut & Movie Star Kota  Batu kini bisa menikmati kehadiran mobil listrik Aristo EV 1. Mobil listrik tersebut merupakan ciptaan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang dan disebut-sebut sebagai mobil masa depan (future car). 
Salah satu dari 15 mobil ciptaan para mahasiswa UB ini dihibahkan kepada Museum Angkut, Senin (12/2). Mobil ini pun kini melengkapi koleksi objek wisata favorit di Kota Batu ini. Aristo EV 1 pernah meraih beberapa juara. Kendaraan ini meraih juara dua Nasional pada kejuaraan energy marathon Asia di Manila Filipina, peringkat lima Shell Eco Marathon Asia 2015 Manila Filipina, dan menyabet gelar juara lima  Asia Pasific .
Penyerahan hibah mobil terlebih dahulu dilakukan penandatanganan MoU antara Museum Angkut dan UB. Pihak Museum Angkut diwakili Akhmad Endang Shobirin, Operational Manager dan UB diwakili Dekan Fakultas Teknik, Dr Ir Pitojo Trijuwono MT. 
Masih di Museum Angkut, UB bersama objek wisata itu melakukan launching Marsela 3 EVO 1 untuk mengikuti kompetisi di Kejuaraan Shell Eco Marathon Asia 2018 di Singapura.
"Kami persembahkan karya terbaik para mahasiswa. Semoga mobil ini memberikan manfaat untuk wisatawan dan dunia pendidikan," ujar Pitojo. 
Sementara itu, Endang memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa. Terlebih karya ini sudah masuk kelas internasional sehingga menjadi kebanggaan tersendiri untuk Museum Angkut.
"Koleksi kami semakin lengkap. Koleksi yang dipamerkan bukan hanya alat transportasi masa lalu, tapi juga alat transportasi masa depan. Impian kami mendapatkan future car, betul-betul terwujud," paparnya. 
Dia berharap, tidak hanya satu mobil saja masa depan menjadi koleksi. Namun dua atau beberapa mobil mobil ciptaan mahasiswa bisa dipamerkan.
"Kami berharap tidak hanya satu ada di sini. Si putih (Marsela 3 Evo 1) kita tunggu," ujar Endang. 
Tidak hanya dipamerkan, mobil listrik ini akan digunakan parade. Tujuannnya, masyarakat dan wisatawan mengetahui konsep mobil masa depan. Sedangkan Dana Damara P, General Manajer Appate 62 dan Tiara Shinta, Manajer Appate 62 mengatakan, setiap tahun mereka terus menyempurnakan bodi mobil listrik.
Pihaknya berharap, membuat bodi mobil ringan, kokoh hingga mampu melaju sejauh mungkin dengan konsumsi irit energi terus menjadi obsesi.  
"Kami taruh di Museum Angkut karena banyak aspek pembelajaran para mahasiswa. Siswa dan masyarakat jadi tahu kalau Malang Raya punya mobil listrik dan pernah mengharumkan nama bangsa di tingkat International," ujar Dana. 
Untuk produksi  Aristo EV 1, para mahasiswa ini menggandeng Garuda Indonesia. sementara Marsela, mahasiswa menggandeng PT Dirgantara untuk memproduksi bodi.  Dua mobil listrik ini menggunakan daya baterai Lithium Ion. (dan/feb) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top