Mainkan Cemeti Bersama hingga Luncurkan Kelas Anti Korupsi


BATU - Ada berbagai cara menyambut Hari Anti Korupsi sedunia, Minggu (9/12) hari ini. Siswa MI Darul Ulum Jalan Lahor, Desa Pesanggarahan Kota Batu merayakannya dengan permainan 19 cemeti Amar Rasuli, Melukis Tembok dan sekaligus meluncurkan Madrasah Model Kelas Anti Korupsi.
Peluncuran kelas itu diawali dengan permainan cemeti yang dimainkan 19 siswa. Cemeti dimainkan bersamaan dengan diiringi gamelan. Dalam permainan itu, cemeti diibaratkan simbol Mak Lampir sebagai koruptor.
Setelah itu, siswa siswi juga diajak melukis bersama-sama dengan cat tembok di belakang dinding sekolah. Mereka bisa melampiaskan kreatifitas dan imajinasi di tembok dengan berbagai jenis lukisan, mulai pemandangan, arsitektur masjid, hingga kata-kata motivasi. Kata-kata ini antara lain jujur, peduli, mandiri, kerja keras, adil, disiplin, tanggungjawab, sederhana, dan berani. Karena tak sabar, beberapa siswa mencelupkan tangan ke cat kemudian menempelkannya ke tembok.
Kepala MI Darul Ulum Batu, Ulul Azmi mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud siswinya dalam memperingati Hari Anti Korupsi serta Peluncuran Madrasah Model Kelas Anti Korupsi.
"Ini bisa dikatakan menjadi sekolah pertama di Kota Batu dengan kelas anti korupsi. Pembelajaran bakal berlangsung semester tiga mendatang atau Januari.  Kelas anti korupsi diisi 30 pelajar kelas IV dan V dari seleksi 89 pelajar," ujar Ulul Asmi kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, 30 pelajar terpilih ini sudah mengikuti tes dengan meilihat kartun yang memuat sembilan nilai anti korupsi dan ada pertanyaan. Semua pertanyaan itu harus dijawab kemudian dilakukan penilaian.
Ia menambahkan, adanya kelas khusus ini merupakan langkah preventif dengan menciptakan calon generasi yang bersih dari korupsi. Nantinya, kelas ini ada modul khusus yang sudah disiapkan Malang Corruption Watch bersama PC IPNU dan IPPNU Kota Batu.
Kedepan, adanya kelas ini juga membentuk kader anti korupsi. Salah satu tugasnya mengawasi kantin kejujuran yang selama ini belum berjalan dengan maksimal.
"Kami berharap dengan adanya kelas khusus ini bisa muncul generasi anti korupsi. Sehingga ada preventif sejak dini dan memutus budaya korupsi yang kerap terjadi," harapnya.
Sementara itu Ketua pelaksana sekaligus Ketua PC IPP NU Kota Batu, Leady Kholifatur Rohmah menambahkan, kelas anti korupsi bertujuan untuk membentuk karakter dari usia dini. Dari kelas ini, nantinya menjadi model bagi sekolah lainnya di bawah Yayasan Ma'arif dan dilanjutkan ke MI, MTS dan MA. Ini diungkapnya memang baru pertama. Mereka akan mengikuti kelas selama delapan kali pertemuan, tes, dan wisuda.
"Untuk indikator keberhasilan di tingkat MI, setidaknya mereka tahu tentang definisi jujur, tolong menolong, dan tanggung jawab. Mereka kemudian aplikasikan ke tingkat MTS dan MA," pungkasnya. (eri/feb)

Berita Terkait