Massa Anarkis Tuntut Penghitungan Ulang


BATU - Segerombolan massa yang marah merangsek Kantor KPU Kota Batu (19/2). Mereka datang dengan menggunakan beberapa mobil bak terbuka. Mereka datang karena tidak puas dengan hasil pungut hitung di salah satu TPS di Kota Batu.
Karena itulah mereka datang ke kantor KPU untuk memaksa komisioner KPU agar mengulang penghitungan suara. Awalnya aksi unjuk rasa berlangsung dengan aman, namun lama kelamaan berubah menjadi anarkis.
Massa yang awalnya  tenang hanya melakukan orasi, namun tiba-tiba berlangsung penuh amarah. Massa mencoba menembus barikade pasukan dalmas, hingga akhirnya terjadi bentrokan antara massa dengan polisi. Berkat kesigapan polisi, akhirnya kemarahan massa berhasil diredam. Kantor KPU pun aman.
Semua itu bukan amuk massa sesungguhnya, namun hanya sebuah simulasi unjuk rasa yang diperankan oleh personel Polres Batu di sela-sela gelar pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Mantap Praja Semeru tahun 2018.
"Gladi lapangan ini merupakan simulasi tentang bagaimana kondisi yang mungkin terjadi pada saat masa kampanye, masa tenang, pemungutan suara hingga penghitungan suara," ujar Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto.
Menurut kapolres, pihaknya ingin menggambarkan situasi rawan yang mungkin terjadi saat tahapan Pilgub berlangsung. "Kita umpamakan yang kemungkinan terjadi saat pemilu, hingga tidak hanya undangan yang bisa melihat gambaran utuh, petugas juga bisa mengevaluasi kesiapan," ujar kapolres.
Buher menegaskan, dari rangkaian simulasi yang dilaksanakan, Polres Batu sangat siap untuk mengamankan Kota Batu dari berbagai kerawanan yang mungkin terjadi. "Kita juga lakukan deklarasi damai. Kami Polres Batu netral dalam Pilkada," paparnya.     
Kapolres meminta kepada Pemkot Batu, KPU, Panwas, Parpol dan masyarakat memahami bahwa perbedaan adalah pilihan. "Visi misi jangan membuat kita pecah, yang perlu disadari perbedaan malah membuat kita itu satu," papar Buher.
Perjanjian Damai tersebut selain ditandatangani Partai Politik, juga ditandatangani oleh Forkompimda. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo, Kajari Kota Batu Nur Chusniah, Ketua KPU Kota Batu Rochani, Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko, Ketua Panwaslu Kota Batu Abdur Rachman, Ketua Panwaslu Kabupaten Malang Abdul Fatah dan Pabung Kodim 0818 Mayor Inf Budi Santoso.
Semua berharap agar deklarasi tidak hanya sekadar deklarasi, namun dengan kesungguhan hati, benar-benar menjaga situasi Kota Batu agar kondusif. Di tempat terpisah Punjul Santoso memberikan apresiasi kepada Polres Batu yang telah menggelar kegiatan lebih awal.
"3 hari lagi kita akan lakukan pendaftaran, Polres Batu sudah melakukan berbagai persiapan yang matang seperti ini, hal itu menjadi kebanggaan bagi kami selaku Forkompimda. Kelihatannya sepele, namun jangan dianggap sepele. Kalau tidak diantisipasi seperti ini akan terjadi benturan dikemudian hari, kegiatan ini juga menjadi bentuk sosialisasi yang luar biasa," ujar Punjul. (dan/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :