Masuk Kerja, Yayan Diminta Baca Sumpah Korpri


BATU - Kendati baru saja melewati berbagai proses menegangkan dan menguras tenaga,  Kabid Ciptakarya Nugroho Widyanto (Yayan) dan dua pejabat lain Kasi Bidang Perumahan Fafan Firmansyah dan Kasi Cipta Karya Muhamad Hafid tetap masuk kerja.
Bahkan secara mendadak, Plt Sekda, Achmad Suparto meminta kepada Yayan untuk maju menjadi pengucap Panca Prasetya Korpri. Kontan, suasana upacara menjadi semakin sepi, karena tidak ada satu pun suara yang keluar. Seluruh pandangan mata tertuju pada Yayan. Meski dalam pengucapannya, suara Yayan terdengar seperti tertekan karena menahan tangis, dia bisa mengucapkan 5 sumpah setia Kors Pegawai Negeri ini dengan benar.
Begitu selesai, Parto, panggilan akrab plt Sekda pun meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta apel untuk memberikan aplaus untuk Yayan. Tepuk tangan pun membahana di tengah apel pagi yang rutin dilaksanakan setiap hari ini. “Bukan sanksi untuk Yayan, malah saya tadi minta supaya ASN aplaus, tepuk tangan untuk mas Yayan. Itu semua adalah bentuk dukungan moral untuk memberikan motivasi bagi dia (Yayan) dan (ASN) yang lain,” ujar Parto.
Di depan seluruh pegawai, saat apel itu, Parto berpesan agar mereka melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Mantan penyuluh Keluarga Berencana (KB) ini meminta seluruh pegawai untuk mengikuti aturan yang berlaku.
Ia juga mengimbaau agar pegawai jangan terpengaruh setelah peristiwa menghebohkan soal penangkapan OTT a. “Saya katakan tetap semangat, jangan kemudian takut melaksanakan tugas. Kalau kita sudah bekerja sesuai dengan aturan, kenapa harus takut,” ujarnya.
Parto sengaja meminta Yayan untuk menjadi pengucap Panca Prasetya Korpri untuk memberikan semangat kepada yang lain. “Bahwa Yayan pun masih semangat dan masuk seperti biasa,” ujarnya.
Dari pantauan Malang Post, usai melaksanakan apel, Yayan berkantor sebentar di ruangannya kemudian keluar dari kantor. “Tadi masih harus datang ke Polres Batu untuk memenuhi panggilan, kalau mau wawancara ke Sekretaris (Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan-red) saja,” ujar Muklas, salah seorang pegawai.  
Sekretaris DPKPP Iwan Guritno juga tidak terlihat di kantor siang itu. Begitu juga dengan mantan Kepala Dinas DPKPP, Himpun. “Tadi (kemarin-red) memang Pak Himpun izin ke saya untuk tidak masuk,” ujar Parto.
Peristiwa yang dialami Pemkot Batu akhir pekan lalu memang sedikit banyak berdampak pada kinerja ASN. Karena itu, Parto terus memberikan motivasi kepada para pegawai agar tidak terpengaruh. Selain itu, Parto juga memberikan empati kepada keluarga pejabat yang sempat diperiksa di Polres Batu selama lebih dari 1 x 24 jam.
“Pada hari Jumat (25/8), istri dan anak Yayan, menemui saya, mereka mencari tahu bapaknya kemana, karena tidak ada pemberitahuan sama sekali. Akhirnya datang ke ruangan saya, saya pun ikut mencari tahu keberadaan bapaknya,” ujar Parto.(dan/han)

Berita Lainnya :