Minggu Kedua, Gusdurian Motori Bersih Sungai

BATU - Minggu kedua aksi bersih-bersih sungai yang dilakukan berbagai elemen masyarakat, kemarin berhasil mengambil dua kontainer dan satu pikap sampah dari beberapa sungai di Kelurahan Ngaglik.
Kebanyakan sampah yang berhasil diangkat merupakan sampah rumah tangga, popok bayi, pembalut wanita dan plastik. Ahmad Jazuli, koordinator aksi dari Gusdurian Kota Batu mengatakan dalam aksi bersih-bersih ini beberapa titik sungai yang jadi prioritas bersih-bersih.
Yakni Sumber Air Lesti, Sungai Lesti dan Sungai Kebo yang berhubungan langsung dengan sungai di belakang Masjid An Nur Kota Batu. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ny Wibi Santoso, istri Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arief As Sidik.
“Aksi bersih-bersih yang kita laksanakan hari ini adalah kegiatan sapu bersih nyemplung kali Minggu kedua yang kali ini dikoordinatori oleh komunitas Gusdurian,” ujar Jazuli, panggilannya kepada Malang Post.
Menurut dia, ada sembilan nilai yang diamalkan Gusdurian, yakni Keadilan. Adil pada diri sendiri, Adil pada semua manusia, adil pada semua makhluk dan adil kepada alam. Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk adil terhadap alam.
Caranya dengan ikut menjaga kelestarian air dan sungai. “Gusdurian Kota Batu yang menjadi pemegang tongkat estafet  minggu ini berharap aksi bersih-bersih kali ini menjadi gerakan yang diikuti berbagai kelompok masyarakat secara voluntary,” ujar dia.
Kegiatan kemarin diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari Gusdurian, Zona Bening, Forum Kota Batu Sehat, Komunitas Bank Sampah, Sahabat Air, Relawan BPBD, Relawan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, SMKN 1 Batu, LPMK  Kelurahan Ngaglik dan masyarakat sekitar lokasi yang dibersihkan.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak warga Kelurahan Ngaglik secara spontanitas mereka ikut berbaur membersihkan sungai. Achmad Rifai, Ketua LPMK Kelurahan Ngaglik bahkan mengusulkan Arief As Sidiq menjadi Bapak Saber Sampah. (dan/mar)

Berita Terkait