Musrenbang Kecamatan Batu Prioritaskan 5 Program


BATU - Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bumiaji 2019 priotaskan lima usulan. Dari usulan tersebut, yang paling mendesak untuk segera direalisasikan diantaranya penanganan limbah ternak, pembangunan tandon air dan pipanisasi, pembangunan rest area bagi wisatawan, serta pembangunan Puskesmas.
Hal itu dikatakan Camat Bumiaji Aditya Prasaja, bahwa usulan yang masuk dalam Musrenbang berjumlah 175 usulan. Dengan prioritas 31 usulan dari sembilan desa dan ditambahkan dengan lima usulan di Kecamatan Bumiaji.
Ia menjelaskan, dari 36 usulan di tingkat desa dan kecamatan itu ada lima prioritas usulan yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Pasalnya lima usulan prioritas adalah masalah bersama. "Untuk lima usulan prioritas adalah penanganan limbah ternak untuk kompos dan biogas. Tepatnya di tiga Desa, yakni Tulungrejo, Giripurno dan Gunungsari yang menjadi pusat peternakan sapi," ujar Aditya kepada Malang Post, kemarin.
Kedua, pembangunan tandon air dan pipanisasi karena keterbatasan air untuk lahan pertanian. Dilanjut dengan pembangunan rest area di dua Desa, yakni Sumber Brantas dan Tulungrejo yang memiliki potensi wisata. "Khusus rest area juga sebagai wadah bagi pedagang yang selama ini banyak berjualan di sepanjang jalan Desa Tulungrejo hingga Sumberbrantas. Hal tersebut dilakukan untuk penertiban pedagang agar Kecamatan Bumiaji lebih tertata," bebernya.
Untuk pelayanan kesehatan masyarakat Bumiaji, pihaknya juga mengusulkan adanya pembangunan Puskesmas. Dan, untuk menjalankan program-program tersebut menggunakan dana desa (DD) dan APBD Kota.
Diketahui, dari sembilan desa. Setiap desa bakal mendapat APBD sebesar Rp 4-7 miliar. Untuk Desa Pandanrejo Rp 4,7 miliar, Bumiaji Rp 5,1 miliar, Gunungsari Rp 6,3 miliar, Punten Rp 4,5 miliar, Tulungrejo 6,2 miliar, Sumbergondo Rp 4,7 miliar, Giripurno Rp 7,8 miliar atau yang terbesar, dan Desa Sumberbrantas Rp 5,1 miliar.
Dari dana yang didapat itu, akan disalurkan dalam tiga tahap selama 2019. Dengan prioritas utama di Kecamatan Bumiaji sebagai pusat pengembangan kawasan konservasi, pertanian, pariwisata alam, agribisnis dan kebudayaan.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menginginkan setiap program yang direncanakan di tingkat desa dan kecamatan harus terintegrasi dan sinergis dengan Pemkot. Sehingga setiap pembangunan yang dilaksanakan bisa bermanfaat bagi perekonomian dan kemajuan masyarakat dan Kota Batu.
Dewanti menekankan, Dana Desa (DD) yang didapat di Kota Batu merupakan yang tertinggi se  Indonesia. Anggaran desa tersebut merupakan 10 persen dari APBD sebesar 1 Triliun. Artinya ada Rp 100,48 miliar yang dibagi 19 desa. Untuk Kecamatan Bumiaji mendapat anggaran sejumlah Rp 50,1 miliar. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :