Orang Tua Jangan Izinkan Anak Rayakan Valentine

 
BATU - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batu memberikan peringatan orang tua untuk meningkatkan pengawasan anak remajanya saat valentine. Pengawasan sangat penting, mengingat dari tahun ke tahun banyak peristiwa asusila terjadi pada hari kasih sayang, 14 Februari. Fuad Dwiyono, Ketua LPA Kota Batu  meminta keluarga mengantisipasi tindakan asusila tersebut. 
"Antisipasi pertama harus dilakukan dari keluarga. Keluarga adalah benteng terkuat. Salah satu caranya tidak mengizinkan putra putri mengadakan kegiatan valentine sehingga berpotensi disalahgunakan. Orang tua harus meminta anaknya tidak pulang larut malam jika keluar saat valentine," ujar Fuad. 
LPA juga mengajak pemilik hotel, penginapan, homestay, villa atau cafe untuk mengawasi tamu. Mereka layak menolak anak di bawah umur menyewa villa. 
"Pemerintah dan Kepolisian kami himbau mengontrol ketat tempat hiburan agar tidak ada lagi anak di bawah umur larut malam memiliki acara. Mereka juga tidak boleh menyewa penginapan," ujar Fuad. 
Himbauan ini, kata dia belajar dari berbagai kasus asusila sering terjadi. Valentine adalah budaya barat dan sering dimanfaatkan remaja bertindak kebablasan. Hal senada dikemukakan AKP Anton Widodo, Kasat Reskrim Polres Batu. Dia  mengimbau tua agar memperketat pengawasan anaknya.  
"Maknailah hari kasih sayang itu dengan benar, tidak selalu identik dengan kasih sayang hanya kepada pasangan atau pacar. Rasa sayang, bagi yang belum menikah, bisa diberikan kepada orang tua atau keluarga," ujarnya. 
Sementara itu MUI Kota Batu sama seperti tahun-tahun sebelumnya, melarang umat Islam merayakan valentine."Bukan valentinenya yang kita larang, tapi perbuatan zinanya," ujar KH Ali Rokhim Zamzami, Ketua 2 MUI Kota Batu. 
Terkait hal tersebut, MUI  mengedarkan surat kepada Wali Kota Batu, Wakil Wali Kota Batu, Ketua DPRD dan Kepala Dinas Pendidikan untuk membuat kebijakan mengingatkan semua agar tidak merayakan valentine.  MUI melakukan tindakan pencegahan.  
Sementara itu Punjul Santoso Wakil walikota Batu  mendukung langkah yang dilakukan MUI. Valentine tidak sesuai budaya timur dan melanggar aga Islam.
“Saya setuju, MUI keluarkan fatwa haram merayakan valentine di Kota Batu. Valentine bisa sebagai ajang kaum muda mudi  untuk berbuat hal negatif,” jelas Punjul. 
Pihaknya bersama Satpol PP, Polisi dan instansi lain melakukan inspeksi mendadak  (sidak) ke beberapa kawasan tempat muda mudi menggelar acara. Sidak bisa dilakukan di villa,  hotel, karaoke dan tempat hiburan malam lainnya. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :