Pagelaran Wayang Kulit Sang Duta Pamungkas


BATU - Setelah kalah dalam permainan dadu dengan Kurawa, Pandawa akhirnya diusir dari Hastina Pura. Kerajaan pun akhirnya diambil alih oleh Kurawa. Berbagai cara dilakukan agar Kerajaan Hastina Pura dikembalikan kepada Pandawa.
Salah satunya mengirimkan Widura, Paman Pandawa dan Khunti, ibu Pandawa untuk membujuk Kurawa agar bersedia mengembalikan kerajaan kepada Pandawa. Diantara kekalutan dan ketidakpastian tersebut, akhirnya Pandawa meminta tolong Duta Pamungkas Sri Kresna yang merupakan titisan Dewa Whisnu.
Kresna menjadi juru damai agar tidak terjadi perang Bharata Yudha. Kurawa tetap kukuh tidak mau mengembalikan Hastina Pura pada Pandawa, sehingga perang keluarga ini pun tidak terelakkan lagi.
Perang itu merupakan simbol kebajikan melawan kebatilan, Bharata Yudha Jaya Binangun pun terjadi. Pandawa sebagai simbol kebajikan mampu memenangkan perang, sehingga tercipta damai di semesta raya.
"Yada yada gedharmasyah, glanir bavathi barata, absyuttanam addarmasyah, tatatmanam srijam yahm atau dalam bahasa Arab, Waquljaa Alhaq Wazahaqol batill innalbathila kanaa zahuqa, artinya kebajikan datang maka kebatilan akan sirna," ujar Ki Ardhi Poerbo Antono, Dalang Wayang Kulit kepada Malang Post.
Semua itu adalah cerita dari Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Sang Duta Pamungkas yang diselenggarakan di Balai Kota Among Tani, Sabtu (12/8) malam.
Ardhi menerangkan, makna dari lakon yang dibawakan adalah Kresna merupakan avatar Wisnu yang menjadi avatar kebajikan. Kebajikan akan memusnahkan kejahatan.
Hadir dalam pagelaran wayang tersebut, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Ketua tim Penggerak PKK Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Plt Sekda Achmad Suparto dan sejumlah undangan. Hadir pula dalam pagelaran wayang tersebut pelawak Marwoto, Yati Pesek dan pesinden cantik, Lusi Brahman.
Achmad Suparto mengatakan, pagelaran wayang ini salah satu rangkaian dari berbagai kegiatan Pemkot Batu memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Sementara itu, Punjul Santoso mengajak seluruh elemen mencintai warisan budaya leluhur yang adiluhung. "Kesenian ini harus kita lestarikan di tengah maraknya pengaruh budaya asing," papar Punjul.
Punjul melakukan sosialisasi berbagai program dalam APBD 2017 yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Batu. Pagelaran Wayang Kulit ini ditandai dengan pemberian Gunungan bergambar Garuda Pancasila dari Dewanti Rumpoko kepada Dalang Ki Ardhi Poerbo Antono. (dan/feb)

Berita Lainnya :