Parkir Alun-alun Satu Titik

 
BATU - Alun-Alun sebagai pusat publik dan representasi ketertiban wajah Kota Batu bakal segera terwujud dan bisa dinikmati oleh pengunjung dan wisatawan. Salah satunya adalah penataan tempat parkir yang awalnya ada 14 titik yang tak beraturan, kini bakal ditertibkan menjadi satu titik pada Senin (16/7) mendatang.
Awalnya beberapa titik parkir yang tersebar, yaitu sebelah Selatan Alun-Alun Kota Batu atau Jalan Munif dan Barat Alun-Alun yang berada di bawah foodcourt dan pulau jalan bakal dipindah ke satu titik. Di mana seluruhnya akan ditempatkan di sisi trotoar Alun-Alun yang awalnya digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk berjualan.
"Hari ini kita lakukan pembatasan area parkir bersama juru parkir manjadi satu titik. Sesuai kesepakatan, pada Senin (16/7) nanti semua area parkir dipindah tepat samping trotoar sisi Selatan dan Barat Alun-Alun Kota Batu," ujar Kasi Parkir Dishub Kota Batu Bambang Priambodo, S.T kepada Malang Post kemarin (12/7).
Ia menjelaskan, penataan lahan parkir menjadi satu titik bertujuan agar pusat Kota Batu ini tidak terjadi keruwetan. Serta ketertiban dan fasilitas umum seperti trotoar yang menjadi hak pejalan kaki berfungsi seperti semula.
Dalam pelaksanaanya nanti Jalan Sudiro dan Jalan Munif setengah jalan atau selebar enam meter dengan panjang 180 meter akan digunakan sebagai area parkir. Sedangkan untuk sisanya digunakan untuk kendaraan roda dua. 
"Selain itu, untuk kendaraan roda empat mulai pukul 16.00 sudah tidak diperbolehkan masuk dan parkir di area yang sudah disepakati," tegasnya.
Bambang menambahkan, pelaksanaan penertiban pada Senin depan itu sesuai dengan instruksi kepala daerah. Penataan secara keseluruhan area parkir juga bersamaan dengan dipindahnya pedagang kaki lima (PKL) dari trotoar ke bawah foodcourt.
Arif Lutung, salah satu juru parkir yang awalnya berada di area Selatan Alun-Alun mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan lainnya setuju dengan kesepakan yang telah dibuat dengan Dishub.
"Kami semua setuju untuk penataan tempat parkir yang baru. Karena memang banyak pengunjung yang komplain dengan keruwetan titik parkir dan banyaknya PKL yang tidak tertata," ungkapnya.
Dengan pentaan area parkir baru itu, Arif berharap Alun-Alun Batu lebih tertata dan tertib. Dengan begitu akan lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Alun-Alun Batu.
"Kami semua sudah menyadari tentang pentingnya penataan Alun-Alu Batu ini. Namun kami juga meminta agar Dishub memberi kami tempat untuk berteduh," harapnya. 
Semantara itu, Plt. Diskoperindag, dr. Endang Triningsih menambahkan, untuk PKL yang berada di Alun-Laun Batu telah diberikan surat sebelumnya agar tidak berjualan di area Alun-Alun Batu.
Solusinya, pihaknya akan mengajak duduk bersama-sama paguyuban PKL menata kembali tempat baru yang direncakan berada di area sebelah Barat Alun-Alun atau di bawah food court.
"Saat ini PKL harus bersih dulu. Karena saat ini kita sedang menata tempat bagi mereka. Ini bisa dipastikan berlangsung lama karena kita akan duduk bersama dengan banyak PKL membicarakan dan mengambil keputusan," beber Endang.
Ia berkeinginan setelah berada di tempat baru, para PKL akan dibina sebagai entrepreneur. Sehingga dalam menyajikan produknya bisa lebih menjual. Itu sebagai bagian untuk menumbuhkan UMKM di Kota Batu. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :