PCNU Tolak Lima Hari Sekolah


BATU- PCNU Kota Batu menyuarakan penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait program sekolah lima hari atau full day school.
Penolakan ini disuarakan lewat pemasangan baliho di Jalan Agus Salim, Kota Batu.
“Pak Jokowi, kami menolak lima hari sekolah, selamatkan TPQ dan Madrasah Diniyah,” begitu bunyi tulisan baliho.
Di atas baliho berwarna hijau ini terdapat logo NU dan di bawah tertulis PCNU Kota Batu.
HA Budiono, Ketua PCNU Kota Batu ketika dikonfirmasi masalah ini membenarkan. “Iya kami yang memasangnya. Kami melaksanakan instruksi PBNU dan PWNU bahwa seluruh warga NU menolak pelaksanaan lima hari sekolah selama delapan jam itu.Hhal itu akan menganggu pelaksanaan pendidikan TPQ maupun Madrasah Diniyah,” ujar HA Budiono.
Budiono bersyukur, karena di Kota Batu Dinas Pendidikan memilih mengikuti instruksi Gubernur Jatim Soekarwo yang meminta tidak melaksanakan Permendikbud terlebih dahulu. Hingga kini Dinas Pendidikan baru meminta kepada dua sekolah untuk ujicoba lima hari sekolah, yakni SMPN 1 dan SMAN 1.
Hal ini tidak begitu menganggu pelaksanaan TPQ dan Madrasah Diniyah di Kota Batu. “Pada prinsipnya, tidak terlalu bermasalah di Batu, karena belum ada pelaksanaan full day secara massif. Dengan begitu tidak menganggu madrasah diniyah dan TPQ,” ujar Budiono.
Ia mengatakan, PCNU sudah melakukan pertemuan khusus dengan pihak Dinas Pendidikan untuk membahas masalah ini. “Pendapat Dinas Pendidikan Kota Batu, sama dengan kita, mereka tidak melaksanakan dulu Permendikbud ini karena mengikuti instruksi gubernur,” ujar Budiono.
Sementara itu Mistin, Kepala Dinas Pendidikan ketika dikonfirmasi masalah ini masih belum memberikan jawaban. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :