Pedagang Pasar Sayur Mulai Tempati Bedak Relokasi


BATU - Beragam fasilitas diusulkan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, terkait dengan pembangunan pasar Kota Batu. Tidak hanya area parkir nyaman, tapi pasar sayur (bangunan pertama) Kota Batu juga layak  memiliki area bongkar muat, ATM center, serta troli dan keranjang.
Usulan itu dikatakan Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Arief Assidiq, kemarin. Dia dan timnya sudah melakukan pengecekan pembangunan pasar, terutama unit sayur.
"Kami sudah melakukan pengecekan, tadi (kemarin). Kami melihat progres pembangunan pasar, termasuk penempatan bedak relokasi oleh pedagang. Nanti ada fasilitas-fasilitas tambahan lainnya untuk memberikan kenyamanan kepada pedagang maupun pembeli," kata Arief.
Dia menyebutkan usulan fasilitas tambahan itu telah disampaikan kepada Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan disetujui. "Tujuannya jelas, karena bidikan pasar ini adalah wisatawan, maka mereka yang datang pun merasakan kenyamanan. Terlebih, pasar ini juga akan ada fasilitas toilet memadai,’’ katanya.
Kendati cukup menggebu-gebu dalam menerangkan usulan fasilitas tambahan, tapi Arief memastikan tak dapat direalisasikan tahun ini. Alasannya, anggaran Rp 8.8 miliar, hanya cukup untuk pembangunan pasar sayur dan parkir saja. Sementara tambahan fasilitas diusulkan 2018.
"Tidak masuk dalam Perubahan APBD 2017, karena waktunya mepet. Ya harapannya tahun depan," ucapnya.
Terkait dengan pengecekan, Arief menyebutkan seluruh pedagang sudah menempati bedak-bedak relokasi. Sekalipun pedagang banyak mengeluhkan kenyamanan, tapi sejauh ini mereka tidak keberatan dengan menempati bedak-bedak tersebut.
Arief berharap, pembangunan pasar sayur ini tidak molor. "Seluruh bangunan pasar sayur nanti dirobohkan. Besi-besi juga dirobohkan dan dilakukan pembangunan baru," tambahnya.
Selain melihat bedak, Arief juga menemui pihak Upt Pasar, untuk berbincang terkait masalah pembangunan.
"Alhamdulillah, sejauh ini berjalan cukup lancer. Kami terus memantau perkembangan, sehingga pembangunan pasar ini bisa sesuai dengan harapan," ucapnya.
Tidak kalah penting, kata Arief, pihaknya juga akan membuat website khusus pasar sayur. Dimana dalam website ini, orang tidak sekadar dapat melihat ketersediaan sayur, tapi juga harganya. Sehingga warga yang berbelanja di pasar ini nanti akan dapat menemukan sayur, dengan harga sesuai pasaran.
"Kami ingin pasar sayur ini betul-betul hidup. Ya seperti 1990- an lalu," tandasnya.(ira/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :