Pembanguan Kereta Gantung, Dewan Sarankan Dikaji Lebih Dalam


BATU - Rencana strategis pembangunan Kereta Gantung sepanjang 8 Km akan segera dikerjakan mulai 2019 ini. Hal itu kembali ditegaskan Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si.
Proyek pembangunan Kereta Gantung sebagai alat transportasi itu diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 1 triliun. Dalam pelaksanaan pembangunannya akan menggandeng investor lokal. Sedangkan perencanaan bakal dimulai tahun 2019 ini, dan pembangunan dimulai tahun 2020.
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Batu Nurrohman mengatakan, agar Pemkot Batu merencanakan pembangunan Kereta Gantung dengan matang. Sehingga dengan adanya Kereta Gantung bisa mengurai kemacetan yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Batu.
"Kemacetan di Kota Batu sudah menjadi permasalahan serius saat akhir pekan dan musim liburan. Saya harap pembangunan Kereta Gantung ini bisa mengurai kemacetan yang terjadi," ujar Nurrohman kepada Malang Post, Jumat (15/2).
Ia menjelaskan, prioritas pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Batu harus benar-benar dikaji secara mendalam. Maksudnya, apakah dengan banyaknya destinasi wisata yang sudah ada sekarang berbanding lurus dengan berkah dan manfaat untuk masyarakat secara langsung. "Pertanyaan seperti ini sering kami jumpai saat kami reses atau bertemu masyarakat secara langsung. Karena itu pemerintah harus bijak dalam memikirkan masyarakatnya," imbuhnya.
Masukan tersebut, diungkapkan Ketua DPC PKB Kota Batu ini bukan bermaksud menghambat investasi yang masuk ke Kota Batu.  Namun sebelum membangun Kereta Gantung, Pemkot Batu harus memperbaiki dan membenahi infrastruktur terlebih dahulu.
"Tak hanya itu, Pemkot Batu secara umum juga harus memastikan ada tempat bagi perkembangan UMKM dan sektor ekonomi lain di Kota Batu, supaya efek positif tumbuhnya pariwisata betul-betul bisa dinikmati oleh wong mBatu. Sehingga pembangunan destinasi wisata dan rencana Kereta Gantung bisa bermanfaat bagi masyarakat secara merata," tandasnya. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :