Pemimpin Memberi Contoh, Bukan Jadi Mandor


BATU - Jabatan strategis suatu pemerintahan masih banyak dihuni oleh mereka yang sudah berumur. Namun hal tersebut tak berlaku bagi Aris Susanto, Kepala Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang terpilih sebagai Kasun pada usia 27 tahun.
Memang diakui, dengan usia yang cukup muda dan pengalaman yang tak seberapa sempat menjadi kendala bagi dirinya. Tapi hal tersebut malah menjadi tantangan yang harus mampu dilalui oleh Aris, sapaan akrabnya.
Alumnus Universitas Brawijaya, Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis ini menceritakan, bahwa sebelunnya ia tak pernah berpikir untuk menjadi perangkat desa. "Waktu itu. Tahun 2018 di desa saya mengadakan rekruitmen kepala dusun. Pada awalnya, saya tidak mempedulikan itu karena saya tidak ada arah kesana (menjadi kasun, red.)," ujar Aris kepada Malang Post.
Kemudian, warga mulai menjaring siapa-siapa yang bakal diusung menjadi kasun. Sehingga beberapa calon muncul. Tetapi beberapa calon tersebut tidak mau dengan alasan bermacam-macam. Begitu juga ada calon yang mau, namun warga tidak setuju. "Dari situlah muncul nama saya yang diusulkan warga. Awalnya saya juga tidak mau. Tapi kemudian saya konsultasi kepada orang tua, dan akhirnya saya berubah pikiran," kenangnya.
Selain minta usulan kepada orang tua, ia merasa harus ada perubahan di dusun yang kini ia pimpin. Pasalnya saat itu laki-laki dengan hobi otomotif ini prihatin dengan keadaan kampung wisata kungkuk, yang tak maksimal.
"Jadi selain konsul ke bapak dan ibu. Saya juga termotivasi ingin mengembangkan Kampung Wisata Kungkuk. Karenaa saya yakin jika potensi tersebut dimaksimalkan, perekonomian masyarakat akan terangkat," harapnya.
Hal itu juga menjadi alasan dirinya memberanikan diri untuk maju mengikuti tes untuk menjadi kasun. Walaupun ia sempat berpikir belum tentu lulus saat ikut tes. "Walau belum tentu lulus yang penting saya yakin dulu. Karena sesuatu yang diyakini itu besar kemungkinan akan terjadi. Dan, Alhamdulillah saya mendapatkan nilai lumayan baik hingga akhirnya terpilih dengan mengikuti rangkaian tes perangkat desa," papar laki-laki ramah kelahiran Malang, 19 Oktober 1990 ini.
Setelah terpilih jadi Kasun. Dengan segera ia menata kembali dan menyegarkan organisasi Kampung Wisata Kungkuk yang waktu itu sempat vakum. Hal itu kini tengah terus diupayakan dan menjadi tanggung jawabnya.
Disisi lain, dengan usianya yang saat ini 28 tahun. Bagaimanapun ia harus bersikap baik. Toh baginya bersikap baik juga tak ada ruginya. "Bisa dibilang menjadi dewasa sebelum waktunya," imbuh alumnus SMPN 4 Batu ini.
Selain itu, dengan usai yang relative muda, diungkapnya pemimpin adalah contoh. Yakni pemimpin tidak memposisikan sebagai pemimpin yang pada umumnya menyuruh-nyuruh. Tapi lebih kepada memberi contoh. Dengan itu ia akan lebih dekat dengan masyarakat.
"Jadi pemimpin bukan mandor yang tinggal suruh. Tapi harus mencontohkan. Misal jika ada kerja bakti saya juga ikut turun, ikut kerja bakti. Tidak hanya datang melihat dan mengatur seperti biasa yang kita lihat dimana-dimana," tegas anak dari pasangan Sutarman dan Sumarti ini. (eri/udi)

Berita Terkait