Pemkot Anggarkan Perbaikan DAM Prambatan


BATU - Jebolnya Dam Prambatan yang ada di Jalan H. Abdul Rahman Gg. II RT 02 RW 01 Dusun Prambatan Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mendapat perhatian Pemerintah Kota Batu. Rencananya Pemkot Batu melalui BPBD dan Dinas PU segera membangun Dam permanen menggunakan dana cadangan belanja tak terduga.
Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, perlu adanya penanganan mendesak akibat jebolnya Dam Prambatan yang terjadi sejak 29 November 2018 lalu. Pasalnya berdampak pada matinya irigasi pertanian seluas 508 hektar di tiga Desa, yakni Desa Gunungsari, Desa Sidomulyo, dan Desa Pandanrejo.
"Kemarin Wali Kota Batu bersama BPBD dan Dinas PU telah meninjau lokasi jebolnya Dam Prambatan. Karena berdampak pada pertanian, kami mendesak bahwa Dam Prambatan harus segera dibagun," ujar Rochim kepada Malang Post Selasa, (8/1) kemarin.
Lebih lanjut dijelaskan, setelah melakukan peninjauan pihaknya merekomendasikan agar Maret atau April pembangunan Dam Prambatan sudah selesai. Sesuai dengan Tupoksi, pengerjaan akan dilakukan oleh Dinas PU. "Memang secara kewenangan DAS Brantas berada dibawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kementerian PU. Kami sudah koordinasi dengan BBWS Brantas dan mendapat dukungan untuk bangunan darurat. Sekitar Maret harus rampung," bebernya.
Sementara untuk bangunan bronjong, lanjut dia, Wali Kota Batu telah memberikan arahan agar dibangun permanen. Tujuannya agar Dam tidak jebol kembali. Menimbang untuk pembangunan darurat rata-rata kekuatan bangunan hanya mencapai 2-5 tahun. "Karena itu dalam pembangunannya akan menggunakan dana cadangan belanja tak terduga. Saat ini jumlah anggaran untuk cadangan belanja tak terduga sebesar Rp 5 miliar," imbuhnya.
Menurutnya, dana yang digunakan dalam pembangunan Dam menggunakan akan dianggarkan dalam PAK 2019. Penggunaan anggaran yang menggunakan dana cadangan belanja tak terduga atau PAK 2019 dikarenakan Dam prambatan jebol pada saat pembahasan APBD 2019. Sehingga tidak masuk dalam anggaran.
"Untuk tafsiran biaya pembangunan Dam darurat yang telah dihitung Dinas PU kurang lebih menghabiskan biaya Rp 1,4 miliar . Kalau untuk yang permanaen masih berdasar perhitungan pembuatan Dam pada tahun 2013 lalu sekitar Rp 25 miliar. Karena itu teman-teman PU saat ini sedang melakukan survey ulang apakah biaya material harganya masih tetap atau malah lebih tinggi," urainya.
Sedangkan untuk pembangunan Dam darurat waktu yang dibutuhkan sekitar 2 bulan, dengan memperhitungkan musim hujan. Sementara untuk bangunan permanen kemungkinan menunggu musim kemarau dengan waktu pengerjaan antara 4-5 bulan.
Dam Prambatan memiliki ukuran panjang 30 meter dengan lebar bawah 8 meter, lebar atas 2 meter dan tinggi 6 meter. Jika Dam tersebut tak segera dibangun akan menjadi masalah ketika memasuki bulan April atau musim kemarau. "Jika tak segera dibangun hingga bulan April lahan pertanian seluas 508 hektar tak akan teraliri air. Namun untuk saat ini masih bisa tertolong. Karena masih memasuki musim penghujan," pungkasnya. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :