Pemkot Segera Relokasi PKL di Ganesha

Tanah Rumah Tua di Jalan Sudiro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu, Kota Batu sudah bersih dari PKL setelah dilakukan eksekusi pada Rabu (6/12) lalu.
 
 
BATU - Permasalahan sengketa tanah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) Rumah Tua di Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu telah dimenangkan oleh Linawati Hidajatno atas Suprapto yang selama ini memiliki kuasa dan menyewakannya kepada 87 PKL.
 
Namun setelah dilakukan eksekusi pada Rabu (5/12) lalu, kini muncul permasalahan baru yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Batu. Yakni nasib dari 87 PKL yang selama ini menyewa tempat kepada Suprapto. 
"Tapi setelah dilakukan eksekusi kemarin, yang menjadi permasalahan mereka kehilangan tempat berjualan. Sehingga mereka meminta tolong kepada Pemkot. Rencananya kami akan menempatkan sementara PKL di sekitar Ganesha," ujar Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso M.M kepada Malang Post kemarin. 
Punjul menjelaskan, selama ini para PKL menyewa stand yang ada di area rumah tua tersebut ke Suprapto. Dari informasi yang dihimpun Malang Post di lapangan, untuk setiap stand PKL harus membayar Rp 400 ribu per bulannya. Karena itu, Punjul menegaskan, kemarin pihaknya akan segera merapatkan bersama beberapa OPD untuk segera melakukan action.
Sehingga, lanjut Punjul, para PKL yang sebelumnya berjualan di  rumah tua bisa segera ditempatkan di sekitar GOR Ganesha. Selain itu pemkot juga akan berupaya untuk mengkomunikasikan dengan pemilik yang memenangkan HGB rumah tua.
"Kami akan mengomunikasikan segera dengan Bu Lina. Tujuannya agar tanah itu bisa disewakan kepada pemkot dan PKL menggunakan tempat itu kembali. Hingga pemkot memiliki tempat yang representatif dan tempat yang layak ke depannya," tegasnya. 
Sebelumnya, Suprapto yang mengklaim HGM tanah tersebut miliknya tidak memiliki cukup bukti. Hingga kemudian pihak pemenang sengketa mengajukan eksekusi ke PN Malang dan dilakukanlah eksekusi pada Rabu (5/12) lalu. Eksekusi berjalan dengan lancar.
Dalam permasalahan sengketa tersebut, ternyata belakangan diketahui  kalau Pemkot Batu juga menjadi korban. Pasalnya Suprapto diduga memalsukan tanda tangan Sekda Kota Batu saat dijabat oleh Widodo agar mendapatkan HGB. Informasi ini didapat Wakil Wali Kota Batu Ir Punjul Santoso dari pengacara Linawati Hidajatno.
"Informasi itu kami dapatkan dari lawyer Bu Lina, bahwa Suprapto memalsukan tanda tangan dari Pak Sekda. Yang waktu itu dijabat oleh Pak Widodo. Namun secara persis, kronologisnya kami belum tahu. Karena yang terpenting adalah PKL yang digusur bisa mendapatkan tempat pengganti sementara," lanjut Punjul. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :