Ramadan Tempat Hiburan Malam Harus Tutup


BATU - Pemerintah Kota Batu bakal segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) kepada pengelola tempat hiburan malam, agar menutup usahanya selama bulan Ramadan. Tujuanya untuk menghormati umat Islam menjalani ibadah.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si, bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan MUI Kota Batu untuk menutup tempat hiburan di Kota Batu pada malam hari. Selain itu, ia juga meminta kepada Polres Batu melakukan operasi terhadap tempat usaha yang menjual miras. "Setiap memasuki bulan Ramadan, kami mengirim surat edaran kepada pemilik tempat hiburan malam, seperti karaoke dan tempat pijat agar tutup sementara," ujar Dewanti kepada Malang Post, Rabu (1/5) .
Dengan adanya aturan tersebut, Dewanti yakin pengusaha hiburan malam bersedia mematuhi peraturan larangan beroperasi yang dibuat Pemkot Batu. Pasalnya di tahun-tahun sebelumnya para pengusaha hiburan malam tersebut mematuhinya. "Sedangkan untuk resto, cafe dan warung-warung, kami himbau menggunakan penutup saat siang hari. Atau sebisanya buka sore hari," tambahnya.
Untuk tempat hiburan di Kota Batu, seperti karaoke pada tahun sebelumnya juga dilakukan penutupan. Namun dengan pengecualian tempat karaoke hanya boleh buka setelah salat Tarawih, sekitar pukul 20.00-23.00 WIB.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Batu, Ipda Ivandi menambahkan untuk mengantisipasi peredaran miras di bulan Ramadan akan melakukan operasi miras di sejumlah toko dan warung di wilayah hukum Polres Batu. Mulai Kota Batu hingga Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon Kabupaten Malang.
"Sebelum Ramadan Polres Batu akan menggelar operasi pekat, dimaksudkan untuk menekan peredaran miras. Terutama miras oplosan yang bisa berakibat adanya korban meninggal dunia. Serta razia petasan berukuran diatas 2 inci," pungkasnya. (eri/udi)

Berita Terkait