Rekrutmen P3K, Prioritas Non PNS Aktif


BATU - Pemerintah Kota Batu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali membuka pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sesuai dengan Keputusan Kemenpan RB Nomor 12 tahun 2019 tentang pemenuhan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) tiap daerah, pendaftaran dibuka pada pekan ke dua bulan Juni mendatang.
Kepala BKPSDM Kota Batu, Siswanto mengatakan, pihkanya akan segera melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja yang dibutuhkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Batu. Paling lambat formasi jabatan fungsional yang dibutuhkan.
"Benar Pemkot Batu kembali membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengabdi kepada negara melalui P3K. Namun dalam proses pendaftaran yang digelar bulan Juni depan lebih mengutamakan atau memberi kesempatan kepada pegawai non PNS yang aktif bekerja di Pemkot Batu saat ini," ujar Siswanto kepada Malang Post, Jumat (24/5).
Ia menjelaskan, kesempatan yang diberikan kepada pegawai non PNS di Pemkot Batu sesuai dengan Keputusan Kemenpan RB Nomor 12 tahun 2019. Nantinya mereka yang lolos mengikuti seleksi akan dikontrak selama 5 tahun sebagai P3K.
"Untuk kebutuhan formasi kami masih belum menghitung terkait kekurangan. Namun persyaratan yang pasti non PNS aktif ini nanti harus memiliki ijasah minimal D3 sesuai dengan jabatan fungsional yang dibutuhkan," tegasnya.
Karena itu, lanjut dia, saat ini BKPSDM tengah memulai proses sosialisasi ke non PNS aktif terkait persyaratan dan kualifikasi yang harus dimiliki. Kemudian dari proses kualifikasi dan pengumpulan data non ASN, akan diketahui formasi yang dibutuhkan Pemkot Batu.
Setelah formasi diketahui, kemudian hasil dikirim melalui e-formasi oleh BKPSD ke Kemenpan RB dan BKN. Paling lambat minggu ke dua bulan Juni mendatang.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M,M menambahkan, sesampainya dari Rakornas Apeksi di Semarang, ia telah menyampaikan bahwa Pemkot Batu banyak membutuhkan tenaga ahli di bidang IT. Namun dari pusat saat ini masih berkutat pada bidang pertanian, kesehatan dan pendidikan.
Begitu juga dengan anggaran pelaksanaan. Nantinya tidak akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah melalui APBD. Tapi dari pemerintah pusat melalui APBN. Karena ditakutkan jika penerimaan dibebankan kepada Pemda akan membebani APBD.
"Karena dibebankan melalui APBD dan rencananya ditranfer pada triwulan ke tiga atau bulan Juli nanti. Pemkot Batu kembali membuka P3K. Namun sebaliknya untuk CPNS tidak membuka. Karena sesuai kajian Kota Batu baru saja menerima 217 CPNS bulan April lalu," paparnya.
Perlu diketahui, sebelumnya dalam P3K tahap pertama, Pemkot Batu telah menerima 48 P3K dengan 40 formasi guru dan 8 formasi pertanian. Sedangkan untuk anggaran P3K yang disediakan dalam seluruh proses seleksi SKB dan SKD sebesar Rp 650 juta. (eri/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :