Relokasi Siap, Pedagang Segera Pindah


BATU - Pembangunan relokasi untuk pedagang pasar sayur Kota Batu sudah dilaksanakan mulai pekan lalu. Sesuai dengan permintaan pedagang, tempat relokasi tetap berada di areal pasar sayur, lokasi yang sedang dilaksanakan pembangunan pasar.
Saat ini, pasar sayur sudah berdiri deretan lapak darurat untuk para pedagang. Lapak ini mereka gunakan berjualan selama proses pembangunan berlangsung.  Menurut Kepala UPT Pasar, Ali Irfan, jumlah lapak lahan relokasi yang dibangun tidak sesuai dengan jumlah pedagang, yakni sejumlah 244 orang. Alasanya, Pemkot Batu hanya membangun untuk pedagang aktif saja, yakni berkisar 49 orang.
"Jumlah pedagang sayur keseluruhan memang sebanyak 244 orang, namun dari jumlah tersebut hanya 49 saat ini aktif berjualan. Hanya pedagang aktif saja kami siapkan lapak relokasi," ujar Ali.
Relokasi pedagang ini akan dilaksanakan September nanti. Ketika pedagang sudah pindah, saat itu proses pembangunan dilaksanakan. Pedagang lain yang selama ini tidak aktif, diharapkan bisa kembali berdagang ketika pembangunan pasar sudah selesai.
Salah satu pedagang sayur, Martinjung mengatakan, siap untuk direlokasi. "Kita sebagai pedagang memang harus sabar, dan berharap renovasi bisa cepat selesai dan kondisi pasar bisa ramai," harap Martinjung.
Seperti diketahui, pembangunan pasar Batu dimulai dari unit sayur. Pembangunan sudah dimulai dengan peletakan batu pertama dilakukan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, pertengahan Juli lalu. Pembangunan pasar sayur ini menelan anggaran Rp 10 miliar bersumber dari APBD Kota Batu.
Saat pembangunan, pedagang masih bisa menggelar dagangan karena belum semua lahan dilakukan proses. Namun pedagang kini harus pindah ke lahan relokasi karena proses terus berjalan hingga bedak-bedak dibongkar. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :