Revitalisasi Pasar Besar Batu Prioritas Utama 2020


BATU - Musrenbang Kota Batu tahun 2019 dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2020 mencatat 342 usulan kegiatan, dengan jumlah anggaran Rp 132 miliar. Sementara untuk prioritas pembangunan tingkat kota di tahun 2020 meliputi revitalisasi pasar besar, pembangunan Puskesmas di Bumiaji, dan rehab gedung kesenian.
Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Kota Batu, M. Chori dalam penyusunan RKPD tahun 2020 di Senyum World Hotel JTP 3, Rabu (20/3). Dalam prioritas pembangunan Pemkot Batu menyasar kebutuhan dasar masyarakat Kota Batu. "Sebenarnya untuk anggaran yang terkumpul Rp 167 miliar dari jumlah 1.117 usulan. Namun dimampatkan menjadi 342 usulan kegiatan dengan jumlah anggaran Rp 132 miliar. Ini karena prioritas harus sejalan dengan program tiap OPD dan Pemda," ujar Chori kepada Malang Post usai kegiatan.
Ia menjelaskan, parampingan usulan di 24 desa/keluahan tersebut karena bisa dicover atau dianggarkan melalui dana desa atau dana kelurahan. Melalui dana desa dan kelurahan itu diharapnya mampu terealisasi dengan maksimal.
Sedangkan untuk usulan tingkat Kota, pada tahun 2020 meliputi revitalisasi pasar besar, pembangunan Puskesmas di Bumiaji, dan Rehab gedung Kesenian. Pada tahun 2019 ini tengah digodok perencanaan dan anggarannya. "Sementara untuk rencana proyek strategis lainnya meliputi penataan kawasan Alun-Alun Batu dan GOR Ganesha, perencanaan Kereta Gantung dengan perkiraan anggaran Rp 1 triliun dengan investor, pembangunan Museum Ham Munir sebesar Rp 5 miliar dari Provinsi," bebernya.
Menurut pengembangan wisata Paralayang Internasional dan kerja sama di bidang Pertanian selama 10 dengan Jepang. Rencana dan pembangunan tersebut dimulai tahun 2020. Tak hanya itu, untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan degan adanya pembangunan Tol Wisata Sukorejo-Batu. Pihaknya juga mengusulkan jalan dari Karangploso - Giripurno - Pandanrejo menjadi jalan provinsi.
Begitu juga dengan usulan pembangunan box culvert di sepanjang jalan Ir. Soekarno ke Pemerintah Provinsi. Dengan tujuan pemerataan, pemeliharaan, dan pelebaran jalan menuju Kota Batu bisa diambil alih Provinsi. "Semua itu kami usulkan ke Pemprov agar ketika Pembangunan Tol Wisata atau Exit Tol di Kota Batu selesai tidak semakin memperparah kemacetan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo menanggapi bahwa prioritas pembangunan di Kota Batu harus menyasar pada kebutuhan masyarakat. Begitu juga dengan proyek strategis harus dikaji lebih mendalam lagi. "Kami mendukung semua program Pemkot Batu. Tapi yang harus digaris bawahi semuanya harus dikaji lebih dalam. Ini agar tidak ada permasalahan dalam pembangunannya nanti. Terutama revitalisasi pasar besar," pungkasnya. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :