Sebelum Lebaran, Insentif 1.116 Guru Honorer Cair


BATU - Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan insentif guru tidak tetap (GTT) dan guru honorer di Kota Batu bisa dicairkan sebelum Lebaran. Totalnya ada 1.116 orang jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/K/MA bakal menerima insensif selama lima bulan. Terhitung sejak bulan Januari hingga Mei ini.
Kabid Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Batu, Abdul Rais mengatakan, pencairan insentif guru honorer masih dalam proses. Diakuinya ada keterlambatan pemberian intensif sejak lima bulan ini, karena adanya perbaikan pendataan.
"Kami harapkan bulan ini cair. Sehingga bisa digunakan oleh para guru honoerer untuk Lebaran. Sebelumnya (insentif.red) memang belum kami berikan karena sesuai perintah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jatim harus ada pendataan ulang," ujar Rais kepada Malang Post, Jumat (17/5) .
Ia menjelaskan, pendataan ulang yang dimaksud karena untuk guru honorer SMA/K beberapa telah mendapatkan insentif dari provinsi. Sehingga harus dilakukan pemilihan dan validasi mana guru yang mendapat insentif dari provinsi dan yang mendapat insentif dari Pemkot.  
"Kami juga melakukan pemilihan mana guru yang telah mengabdi selama 10 tahun lebih dan mana yang mengabdi dibawah 5 tahun. Sehingga nantinya semua guru mendapat insentif yang berkeadilan," bebernya.
Rais menguraikan, dari 1.116 guru honorer yang mendapat insentif diantaranya, 133 orang yang telah mengabdi diatas 10 tahun mendapat Rp 750 ribu, 844 orang yang bekerja dibawah 10 tahun mendapat insentif Rp 500 ribu. Serta 139 orang pengajar kelompok bermain mendapatkan insentif Rp 400.
Dari jumlah tersebut adalah guru honorer yang berada di Dinas Pendidikan Kota Batu. Nantinya mereka akan mendapat insentif selama lima bulan ini. Pemberian juga sesuai dengan SK Wali Kota nomor 188.45/141/kep/422.012/2019 tentang pemberian insentif bagi GTT, GTY, pegawai tetap yayasan, jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/K/MA, dan pendamping pendidikan anak usia dini tahun anggaran 2019.
Adanya pencairan insentif bagi guru honorer mendapat tanggapan positif dari salah Erris Kurniawan S.Pd selaku guru honorer  dari SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu.
"Alhamdullilah bisa keluar insentifnya dari Pemkot selain gaji dari sekolah. Karena ini sangat membantu kebutuhan kebutuhan sehari-hari. Apalagi banyak teman-teman yang sudah berkeluarga. Ini sangat membantu sekali," ujar Erris kepada Malang Post.
Ia menerangkan, pemberian insentif telah dilakukan oleh Pemkot Batu sejak tahun 2017. Meski untuk tahun 2017 insentif dicairnya per 3 bulan. Sedangkan untuk tahun 2018 sudah dicair per bulan.
"Kami berharap setiap tahunnya insentif yang diberikan pemkot bisa naik. Kalau bisa sejajar dengan UMK Kota Batu. Sehingga kesejahteraan guru honorer bisa terangkat," pungkasnya. (eri/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :