Siapkan Konsep RS Tradisional Pertama di Indonesia

 
BATU –  Sebagai upaya melestarikan Jamu Gendong, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Materia Medica Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, menggelar lomba Jamu Gendong Jalan Lahor, Kota Batu, Kamis (5/7). 80 peserta dari kota/kabupaten se-Jawa Timur yang terdiri dari masyarakat umum dan pelajar sangat antusias mengikuti perlombaan yang berlangsung seru dan meriah tersebut.
Kepala UPT Dinkes Prov Jawa Timur, Materia Medica Batu, Drs. Husin R.M A. Pt, MK.es mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan tiap dua tahun sekali itu bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kemandirian pedagang jamu tradisional. Tak hanya itu, dengan meningkatnya konsumsi produk herbal di tanah air, UPT Materia Medica pun berencana untuk membuat rumah sakit tradisional pertama di Indonesia maupun Asia Tenggara. 
"Melihat antusias peserta yang tinggi, kami ingin kegiatan ini bisa ditingkatkan skala nasional. Tidak hanya itu, dengan kegiatan ini setidaknya masyarakat Jawa Timur bisa memanfaatkan jamu sebagai salah satu upaya preventif promotif dalam pencegahan penyakit," ujar Husin kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, kegiatan dua tahunan yang digelar UPT Materia Medica merupakan upaya preventif dan promotif agar budaya minum jamu atau obat herbal semakin meningkat. Mengingat masyarakat memiliki kekhawatiran dengan bahaya atau efek samping yang ditimbulkan obat kimia.
"Karena itu, kami berharap masyarakat juga memanfaatkan halaman rumah untuk menaman tanaman herbal. Minimal lima atau enam tanaman tradisonal. Seperti kumis kucing, temu lawak, daun salam, jahe hingga pepaya. Intinya memaksimalkan setiap jengkal tanah yang ada," harapnya.
Bahkan, diungkapnya, jika Indonesia merupakan salah satu pengekspor tanaman herbal terbesar. Namun, juga diakuinya saat ini tanaman seperti kunir putih, kunyit dan beberapa tanaman herbal lainnya sudah mulai langka. Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat bisa memanfaatkan tempat yang ada untuk menanam tanaman herbal.
Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan oleh UPT Materia Medica dari hulu ke hilir. Mulai dari penanaman, kultur jaringan hingga ekstrak produk herbal. Dengan kesiapan itu, pihaknya berencana bisa menghadirkan rumah sakit tradisional pertama di Indonesia maupun Asia Tenggara.Di mana konsepnya dengan pengobatan herbal yang digabung dengan diagnosa kedokteran barat. "Kita sudah siap dan berharap bisa diwujudkan oleh gubernur yang baru," tandasnya.
Walikota Batu Dra Dewanti Rumpoko M.Si yang secara langsung membuka acara menyampaikan bahwa jamu merupakan potensi alam yang memiliki manfaat besar. "Jamu merupakan potensi yang besar dan tidak kalah bagus dengan obat kimia," ujarnya.
Mengingat antusias peserta yang semakin meningkat, lanjut Bude, lomba Jamu Gendong bisa diselenggarakan tiap tahun dengan peserta dari seluruh Indonesia dan tidak terbatas Jatim saja.
Taring (34), salah satu peserta dari Pujon mengatakan jika dirinya baru kali pertama mengikuti lomba Jamu Gendong. Perempuan yang bekerja sebagai penjual jamu sejak sepuluh tahun lalu itu ikut berpartisipasi dengan meracik jamu pelangsing dengan metode tradisional atau ditumbuk.
‘’Bahan baku yang digunakan adalah kunci, kunir, daun sirih dan gagang, asem, beras, garam, gula merah yang dicampur dan ditumbuk. Terakhir diperas sarinya dengan dicampur air sedikit. Untuk pembuatan tidak susah. Karena saya belajar dari ibu atau turun menurun," jelasnya.
Sedangkan untuk kriteria perlombaan didasarkan pada unsur higienitas, cara pengolahan, dan resep yang dipakai meracik jamu. Seluruh peserta yang terdiri dari umum dan pelajar hanya diberi waktu dua jam untuk meracik jamu gendong. (eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...