Smart City Diganti BAT

 
BATU - Pertama kalinya Smart City yang kini disebut Batu Among Tani Technologies (BAT) dipertunjukkan pada banyak kalangan oleh PT Lintas Artha, pelaksana proyek. Di depan sejumlah pejabat, teknologi ini ditunjukkan hingga pengoperasian di Command Center Lantai lima Balai Kota Among Tani, Senin (4/9) kemarin. 
Hadir dalam ujicoba tersebut, Siswanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Sugeng Pramono, Kepala Dinas Pertanian serta seluruh 80 pegawai tenaga lepas Smartcity yang terlibat dalam pengoperasian teknologi canggih ini.
"Menyatukan semua komponen dalam satu genggaman," ujar Siswanto mengomentari pengoperasian program ini. 
Dia menjelaskan, kegiatan itu adalah batas akhir dari pengerjaan proyek smart city dilaksanakan PT Lintas Arta, sebagai pemenang proyek selama 45 hari dengan garansi satu tahun. "Setelah diujicoba, semua aplikasi sudah berfungsi seratus persen. Namun masih ada beberapa perbaikan sistem di lapangan," ujar Siswanto. 
Program Smart city ini akan bersentuhan langsung dengan para petani. Penggantian istilah dari Smartcity menjadi BAT ini diharapkan lebih akrab dengan petani. Dalam aplikasi pertanian yang semula menggunakan Smarter Farmer diubah menjadi Among Tani. 
Aplikasi informasi kota yang semula bernama City Information diubah menjadi Among Kota. Dan aplikasi tentang laporan warga diberi nama Among Warga. 
"Kalau Among Kota banyak dipergunakan Pemkot Batu untuk memberikan informasi. Among Warga dipergunakan untuk laporan warga, sementara Among Tani untuk pertanian," ujar Siswanto. 
Ditempat yang sama, Sugeng Pramono mengatakan sistem ini akan sangat membantu petani. Tidak hanya menjual, namun juga bisa menjadi pedoman untuk menata pola tanam dan jenis tanaman. Sehingga mereka bisa mencegah terjadinya kelebihan produk tanaman mengakibatkan anjloknya harga. 
Begitu juga saat menjual, petani tidak akan kesulitan karena langsung bertemu dengan pembeli dengan penawaran harga lebih tinggi. "Semuanya bermuara pada kesejahteraan para petani," ujar Sugeng.  
Sementara itu Astri Puspitasari, Project Manager BAT mengatakan, sistem ini sudah bisa diunduh melalui  aplikasi yang bisa dipergunakan di HP Android. "Sementara HP Android saja yang bisa dipergunakan. Sistem ini tidak hanya bisa dipergunakan oleh pemerintah saja, namun juga warga," ujar Astri.
Ia mengatakan bahwa program ini masih BAT tahap I dan dilanjutkan dengan berbagai program lain. Mulai kemarin, warga sudah bisa mengunduh aplikasinya lewat www.batukota.go.id.
Tidak hanya dipergunakan untuk pertanian saja, mendatang sistem ini bisa dipergunakan oleh masyarakat untuk memberikan pandangan mata mereka terkait dengan bencana alam, laporan keluhan pelayanan listrik dan lain sebagainya.
Semua lembaga terkait tersebut diharapkan memiliki  Tim Quick Response atau tim gerak cepat yang bekerja dengan batas waktu untuk merespon pengaduan. Dari kecepatan ini akan dievaluasi oleh Wali Kota Batu secara langsung. (dan/feb)

Berita Terkait

Berita Lainnya :