Tersumbat, Alun-Alun Kota Batu Tergenang


BATU - Curah hujan tinggi beberapa minggu yang mengguyur Kota Batu menjadi permalasahan tersendiri. Pasalnya gorong-gorong utama yang ada di Jalan Sudiro Alun-Alun Kota Batu mengalami penyumbatan. Sehingga terjadi genangan air yang menggangu keindahan Alun-alun Kota Batu.
Menanggapi bencana daurat yang terjadi itu, Kabid Binamarga PUPR Kota Batu, Alfi Nur Hidayat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kota Batu untuk segera menangani tersumbatnya saluran pembuangan bagi para pedagang yang ada di Alun-alun Kota Batu. Normalisasi dan revitalisasi akan dilakukan sejak satu minggu lalu.
"Saat ini untuk perbaikan saluran pembuangan sudah dalam tahap pengerjaan. Kami akan mulai membongkar saluran sepanjang 100 meter itu hingga menuju drainase utama," ujar Alfi kepada Malang Post, kemarin.
Dalam pengerjaannya, pertama pihaknya akan memetakan terlebih dahulu drainase-drainase kecil yang sudah ada sejak pasar batu masih berada di Alun-Alun Batu. Untuk kemudian akan dilakukan penggalian dengan alat berat mulai Senin depan.
Setelah itu, pihaknya akan memasang box culvert dengan tujuan agar tidak terjadi penyumbatan genangan air kembali. Dalam pengerjaannya ditargetkan selesai sebelum Februari bulan depan.
"Target pengerjaan tidak lebih satu bulan. Ini karena kami ingin aktifitas wisatawan dan pedagang di Kota Batu bisa normal kembali. Apalagi prakiraan cuaca pada Februari terjadi hujan dengan curah tinggi," bebernya.
Alfi menghimbau, kepada pedagang pada khususnya. Dengan kejadian tersebut pegiat kuliner di Alun-Alun Batu tidak membuang sisa-sisa sampah akfitas kuliner ke selokan. Karena hal itu yang membuat tersumbutnya selokan pembuangan di Alun-Alun Batu.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menambahkan, karena permasalahan tersebut masuk dalam darurat bencana pihaknya telah berkoordinasi dengan PUPR dalam penanganannya. Rekomendasi yang dikeluarkan BPBD agar segera dilakukan perbaikan.
"Untuk rekomendasi setidaknya dalam waktu satu bulan bisa diselesaikan. Karena dalam bulan Februari nanti prakiraan curah hujan sangat tinggi. Karena alasan itulah kami tidak ingin terjadi banjir di Alun-Alun Batu," papar Rochim.
Ia menambahkan, untuk anggaran yang dibutuhkan dalam pengerjaan akan diambilkan dari dana cadangan belanja tak terduga tahun 2019 sebesar Rp 200 juta. Karena bencana terjadi setelah diketuknya APBD 2019. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :