Tertekan, Ita Susah Makan


BATU - Sejak media massa santer memberitakan penjualan ginjal yang dilakukannya, kondisi kesehatan Ita Diana, 41, warga Kelurahan Temas ini merosot. Badannya demam, ia pun tidak mau makan.
Kondisi ini membuat keluarganya khawatir, mereka memaksa Ita makan, tapi tidak dilakukannya. Hingga (23/12) perut Ita belum terisi makanan sama sekali. "Tenggorokan saya sakit, nasi tidak bisa masuk," ujar Ita.
Sebenarnya kata Ita, badannya tidak apa-apa, namun ia merasa sangat tertekan dengan kondisi yang ada saat ini. Tidak hanya karena ia sering didatangi oleh orang yang tidak dikenal, namun juga menjadi buruan wartawan.
"Seperti hari ini tadi, sudah ada berapa wartawan yang datang ke rumah saya ini, saya katakan kepada mereka, saya tidak bisa memberikan keterangan pers, karena saya takut salah. Saya minta teman-teman wartawan menghubungi kuasa hukum saya saja," paparnya.
Di depan Malang Post, Ita kembali mengatakan, sebenarnya ia hanya berkeinginan meringankan beban keluarga. Ternyata kondisi yang dialaminya bertambah memburuk. "Saya capek sekali, berulangkali harus memberikan penjelasan kepada banyak orang, saya ingin ketenangan," ujarnya.
Selama beberapa hari ini, Ita tidak hanya tidak enak makan, namun juga tidak nyenyak tidur. Selama beberapa terakhir ini pula, banyak orang asing yang ditemuinya, tidak hanya wartawan, polisi, hingga pengacara berdatangan.
Ia merasa tidak semua orang bisa memahami kondisinya yang saat ini sedang sakit. Saat Malang Post datang ke rumahnya, Ita sedang menemui tamu. Dua orang ini adalah temannya di penampungan PJTKI di Malang.
Mereka datang untuk memberikan dukungan moril kepada Ita, agar ia siap untuk menghadapi permasalahan yang ada saat ini. "Selama ini kita tidak tahu apa yang dialami oleh Ita, kita turut prihatin dengan kondisinya," ujar teman Ita ini.
Kedua teman yang tidak bersedia namanya disebut ini berharap, permasalahan yang dialami temannya ini segera berakhir, termasuk utang-utang yang sedang melilit keluarga ini bisa terselesaikan.
Karena polemik di media, membuat Ita tidak bisa berangkat ke Singapura sebagai TKI. Sementara ia masih menyisahkan permasalahan utang yang harusnya terbayar dengan upaya yang sudah dilakukannya.(dan/han)

Berita Lainnya :