Ubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair


BATU - Pemerintah Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, melakukan terobosan baru dalam pengelolaan sampah. Inovasi ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat maupun petani yang ada di desanya. Yakni dengan membangun box pengelolahan sampah organik dari limbah sayur atau buah.
Sekdes Sumbergondo, Sutrisno mengatakan sistem pengolahan limbah sampah organik ini menampung limbah dari masyarakat. Limbah itu dikumpulkan dalam box yang dikelola Bumdes. Box pengolahan sampah ditempatkan di tanah kas desa sebanyak empat box. Ukuran masing-masing box 3 meter x 4 meter.
"Pengelolaan limbah sampah organik ini untuk mengganti pupuk kimia yang dapat digunakan untuk pertanian. Nantinya masyarakat tak lagi menggunakan pupuk kimia," ujar Sutrisno kepada Malang Post, Jumat (19/7).
Dijelaskannya, dengan adanya tempat pengolahan limbah organic ini, menghindari masyarakat membuang sampah sayuran atau buah yang telah membusuk. Dengan adanya tempat pengolahan sampah itu, limbah organik diolah menjadi pupuk organik cair atau lindi.
Tak hanya pengolahan limbah organik, sebanyak 96 KK Desa Sumbergondo juga telah memaksimalkan pembayaran pajak dengan sampah. Mereka tergabung dalam anggota dari Bank Sampah Tri Makmur Dusun Tegal Sari, Desa Sumbergondo.
Tercatat dari pembayaran yang telah dilakukan sejak 2018, setiap anggota bank sampah menjelang lebaran bisa mencairkan uangnya dari penjualan sampah sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 600 ribu per orang.
"Dengan dua hal kecil tersebut setidaknya mampu mengurangi poduksi sampah di Kota Batu. Kami berharap pada tahun 2020 nanti bisa memberikan sumbangsih agar Kota Batu bersih dari sampah," bebernya.
Diketahui, rata-rata per harinya, seluruh masyarakat Kota Batu menghasilkan 70 ton-80 ton sampah organik dan non organik. "Dengan adanya tempat pengolahan sampah dan bank sampah di desa kami, setidaknya mampu megurangi produksi sampah dan mampu menghasilkan pundi-pundi ekonomi," pungkasnya. (eri/aim)

Berita Terkait