UMKM 24 Desa/Kelurahan Bersaing Produk

APRESIASI: Wakil Wali Kota Batu Ir. Punjul Santoso M.M bersama Dirut JTP 3, Ir. Surya Widodo mengunjungi stand pameran produk UMKM di Jatim Park 3, Kamis (6/12) kemarin.
 
BATU - Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Batu memamerkan hasil produk olahan di Lapangan Parkir Jatim Park 3, Kota Batu mulai Kamis (6/12) kemarin. 
Para pelaku usaha yang berasal dari 24 Desa/Kelurahan di Kota Batu ini saling menunjukkan produk yang mereka buat dalam Pameran Produk UMKM Batu Jatim Park 3.
Mulai dari kuliner tradisional seperti tape, getuk, hingga yogurt disuguhkan oleh kelompok yang tergabung dalam PNF Perempuan Kelurahan Songgokerto. Selain itu, ada produk UMKM dari Desa Beji berupa anyaman enceng gondok yang berbentuk perkakas dapur hingga interior rumah. Serta produk unggulan dari Desa Tulungrejo berupa keripik apel, keripik nangka, dan keripik nanas.
Juga ada dari Kelurahan Temas yang merupakan produk ibu-ibu yang diberi branding Temas Sae. Di mana produk yang ditampilkan adalah handycraft tas anyaman dari tali rajut, sepatu rajut hingga sepatu lukis. 
Istri Lurah Temas, Nindya Nathasia mengatakan, Temas Sae mulai didirikan tahun 2016. Dengan produk utama adalah handycraft berupa tas anyaman hingga suvenir. "Sudah tiga tahun ini ibu-ibu Kelurahan Temas memproduksi kerajinan tangan. Sampai saat ini bisa tetap produksi karena terus melakukan pemasaran. Baik melalui online di sosial media, pameran seperti saat ini, dan tentunya binaan dari Diskoperindag Kota Batu," ujar Nindya kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, untuk pemasaran dan penjualan yang dilakukan melalui online pihaknya mampu menjual hingga Surabaya, Bandung dan Jakarta. Di mana untuk harga produk yang dibuat mulai dari Rp 60 – Rp 250 ribu. 
Kepala Diskoperindag Kota Batu Eko Suhartono yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya memiliki program agar UMKM di Kota Batu tidak hanya dikenal dan diketahui warga Kota Batu. Tapi juga berbagai wisatawan dari berbagai daerah. Sehingga dengan adanya pameran yang di gelar selama tiga, yakni 6-9 September di JTP 3 dapat mengenalkan produk UMKM di Kota Batu.
"Ini juga tidak lain karena adanya koordinasi yang baik antara Pemkot Batu, pelaku UMKM dan pengusaha tempat wisata JTP 3. Sehingga pameren ini bisa terselenggara," imbuhnya. 
Ia mengungkapkan, apalagi di era globalisasi saat ini UMKM tidak bisa hanya dengan mengandalkan binaan Diskoperindag untuk pemasaran. Melainkan UMKM harus punya inovasi ke depannya dengan memanfaatkan bahan baku sangat kaya di Kota Batu. 
"Jadi pelaku usaha harus kreatif dan inovatif. Dengan begitu produk yang diciptakan pemasarannya bisa mencapai berbagai daerah hingga luar negeri," bebernya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M yang juga hadir dalam pameran produk tersebut dan didampingi oleh Dirut JTP 3, Ir. Surya Widodo menambahkan, pameran itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk sharing antar desa hingga pelaku UMKM. Baik dari pengolahan hingga pemasaran.
"Memang diakui saat ini UMKM mengalami permasalahan pemasaran atau akses pasar. Karenanya ke depan Pemkot Batu akan menyiapkan dan menggunakan aset kantor lama untuk show room produk UMKM di Kota Batu. Kalau perlu kami akan minta space di JTP, Selecta, dan Hotel yang ada di Kota Batu sebagai tempat pemasaran produk UMKM," urainya. 
Apa yang dilakukan oleh Pemkot Batu, lanjut Punjul, dikarenakan UMKM bisa menopang pendapatan daerah. Serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. (eri/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :