Urai Kemacetan, Butuh Tiga Kantong Parkir Baru


BATU - Arus mudik dan balik hingga libur lebaran dalam Operasi Ketupat Semeru 2019 pada 2-9 Juni di Kota Batu berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tahun lalu, angka kecelakaan yang berada dalam wilayah hukum Polres Batu, dari 18 laka lantas, tahun ini ada 3 laka lantas hingga kemarin.
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto SIK M.Si menjelaskan, selama Operasi Ketupat Semeru terjadi 3 kecelakaan lalu lintas, diantaranya jalur Klemuk yang mengakibatkan laka antara elf dengan sepeda motor dan menyebabkan satu pengendara sepeda motor meninggal.
Kemudian dua laka di Jalan Raya Kasembon dan Jalan Raya Pujon yang menyebabkan dua pengendara luka ringan.
"Tahun ini Operasi Ketupat Semeru lebih baik dan tertata. Meski dengan adanya peningkatan volume kendaraan arus mudik dan wisatawan ke Kota Batu," ujar Buher, sapaan Kapolres Batu kepada Malang Post, Senin (10/6).
Akpol Angkatan tahun 2000 ini juga menyampaikan, kecelakaan yang terjadi di Jalur Klemuk kesalahan pengendara Elf yang melanggar rambu lalu lintas. Padahal Polres Batu dan Dishub telah memasang rambu dan pelarangan bagi kendaraan seperti bus agar tak melintas di Jalur Klemuk.
Ia menjelaskan lebih lanjut, tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Batu mengalami kenaikan. Sesuai data Lantas Polres Batu per harinya sekitar 6.000-8.000 kendaraan sepeda motor maupun mobil yang masuk dan keluar Kota Batu. Namun hal tersebut tak membuat kendaraan terjebak macet di jalan.
Kelancaran arus mudik tersebut diungkap Buher karena adanya sinergitas antara Polres Batu dan Pemkot Batu. Diantaranya pengaturan arus lalin, pelebaran jalan di titik kemacetan bekerja sama dengan JTP Group hingga perbaikan jalan di Jalur alternatif, seperti Jalan Krematorium hingga Jalur Temas.
"Untuk jalur alternatif misalnya mampu menekan kemacetan di jalan-jalan protokol seperti Jalan Ir. Soekarno, Jalan Diponegoro, dan Jalan Panglima Sudirman. Pasalnya mobil pribadi dialihkan ke jalur alternatif. Berbeda dengan bus yang kami lewatkan di jalur protokol," paparnya.
Aturan tersebut diakunya mampu mengurai kemacetan. Namun yang menjadi catatan, pihaknya akan memberikan saran ke Pemkot Batu akan segera menyediakan kantong parkir di Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Panglima Sudirman yang memiliki banyak toko dan resto. Sehingga pada liburan sekolah bulan Juli, Kota Batu terhindar dari kemacetan.
"Banyaknya toko dan resto di jalur itu membuat kendaraan macet. Terutama di jam-jam tertentu. Karena kami minta Pemkot memanfaatkan lahan kosong disekitar daerah tersebut untuk digunakan tempat parkir," pungkasnya. (eri/aim)

Berita Terkait