Warga Sumbergondo Bayar PBB Pakai Sampah


BATU - Pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) menggunakan sampah terus digencarkan Pemkot Batu. Caranya dengan jemput bola ke 24 desa dan kelurahan. Selasa (25/6), tim intensifikasi PBB Dispenda dan DLH Kota Batu menggelar pembayaran PBB di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji.
Kasi Kesra Desa Sumbergondo, Imam Mauludi mengatakan ada 96 kepala keluarga (KK) yang memaksimalkan pembayaran pajak dengan sampah. Mereka merupakan anggota dari Bank Sampah Tri Makmur Dusun Tegal Sari, Desa Sumbergondo.
"Dengan adanya Bank Sampah Tri Makmur secara otomatis sudah banyak warga kami yang membayar PBB menggunakan sampah. Bahkan mereka juga memilah dan menimbang sendiri sampah," ujar Imam kepada Malang Post.
Ia menjelaskan sampah yang ditimbang berupa plastik, sepatu, omplong, semen, botol dan berbagai jenis sampah yang sudah masuk dalam list DLH. Pasalnya sampah yang dijual ke bank sampah tersebut akan dibayar oleh DLH dalam bentuk tabungan.
"Harga sudah dari DLH sesuai list. Jadi warga tinggal datang bawa sampah dengan diberi tanda nama dan tulis sendiri. Kemudian uangnya langsung masuk dalam tabungan nasabah bank sampah," paparnya.
Ia mencatat pada tahun 2018, setiap anggota bank sampah menjelang lebaran bisa mencairkan uangnya dari penjualan sampah sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 600 ribu per orang. Tergantung dari banyaknya sampah yang dibawa.
Salah satu nasabah Bank Sampah Tri Makmur, Nanik Anggraini mengaku telah merasakan keuntungan dari menjual sampah. Pada tahun lalu ia mendapat uang sekitar Rp 400 ribu dari menjual sampah.
"Tahun lalu dapat Rp 400 ribu, namun belum ada pembayaran PBB dengan sampah. Sekarang sudah bisa bayar PBB dengan sampah. Setiap tahunnya PBB yang saya bayar sekitar Rp 200 ribu," paparnya.
Sementara ini, Staf DLH Kota Batu, Yusi Fani mengatakan saat ini di Kota Batu ada 122 bank sampah. Dengan anggota setiap bank sampah antara 10-30 orang. Tak hanya nasabah saja, warga non nasabah juga bisa melakukan pembayaran PBB dengan sampah. Caranya cukup bawa sampah sesuai list, kemudian hasil timbangan yang didapat langsung untuk pembayaran PBB tahunan.
Pada tahun 2019 ini Dispenda Kota Batu menargetkan PAD untuk PBB sebesar Rp 19,5 miliar. Sementara tahun 2018 lalu  Pemkot Batu berhasil merealisasikan PBB sebesar Rp 20 miliar dari target Rp 18,5 miliar. (eri/van)

Berita Terkait