Terkendala Kemasan, Sulit Tembus Pusat Oleh-oleh


Keluhan UMKM 
BATU - Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri, RW 1 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu aktif menghasilkan berbagai produk olahan pertanian organik. Sayangnya mereka masih menemui kesulitan untuk bisa menembus sentra oleh-oleh baik di Batu maupun di luar kota. 
"Kami merintis usaha dalam KWT Asri baru tiga tahun ini. Kami bersyukur bisa bertahan dan mengembangkan hasil pertanian dan hasil olahan berkat bantuan dari Pemerintah Kota Batu," ujar anggota KWT Asri Rizky Nurfikayati kepada Malang Post.
Bantuan yang didapatkan yakni dana Rp 20 juta, bibit jamur hingga peralatan panggang. Bantuan ini mampu dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Sehingga kelompoknya mampu menghasilkan produk olahan. Seperti stik sawi, stik kurma tomat (kurmat), keripik jamur, sari jagung, keripik tempe, susu, yogurt hingga yang terbaru adalah pia tempe.
"Alhamdulilah dari bantuan Pemkot Batu, kami bisa mengembangkan produk olahan. Di mana bahan baku dari produk olahan kami dapat dari hasil panen di kebun organik. Bahkan tak jarang kami juga mengirim hasil panen setiap harinya untuk dijual di stand yang ada di pintu masuk Balai Kota Among Tani Batu," bangganya.
Sehingga dari hasil penjualan, baik pertanian organik dan produk olahan setiap bulannya mampu mencapai Rp 2 juta. Di mana dari hasil itu  ditabung oleh kelompok untuk pengembangan produk. Namun, untuk mampu bersaing dengan produk dengan modal besar, diungkapnya, pihaknya masih kalah. Permasalahannya ada pada packaging. Sehingga produknya masih belum mampu menjangkau pusat oleh-oleh di Kota Batu. Apalagi luar daerah.
"Karena itu, kami sangat senang jika pemkot akan segera membeli mesin packaging. Yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi pelaku usaha mikro dan kecil seperti kami agar bisa berkembang dan tak kalah dengan produk dari luar daerah," harapnya.
KWT Asri yang merupakan bagian dari Gapoktan Beji Makmur berdiri sejak tahun 2015 dengan anggota 25 orang ibu-ibu. Mereka mampu menghasilkan banyak produk di halaman atau lahan milik bersama seluas 100 m2 untuk pertanian organik. Serta ruangan sederhana di salah satu anggota untuk produk olahan atau jadi.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso menanggapi bahwa pihaknya telah menganggarkan mesin packaging dan dikelola oleh Perusahaan BUMD Kota Batu, Batu Wisata Resource (BWR). Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas serta nilai jual produk olahan UMKM masyarakat Kota Batu.
"Jadi selain pariwisata dan pertanian yang menjadi program unggulan Pemkot Batu adalah UMKM. Karena itu Bu Wali akan menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk mesin packaging pada tahun 2019. Di mana nantinya mesin itu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Kota Batu meningkatkan nilai jual dan kualitas produknya," tandasnya.(eri/oci)

Juara III se Jatim Berkat Kerapian Meja


Puskesmas Sisir 
BATU - Puskesmas Sisir berhasil meraih penghargaan Puskesmas Bersih dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, Senin, (15/11). Puskesmas ini berhasil menyabet juara III se-Jawa Timur Puskesmas Bersih dalam kategori non rawat inap.
Kepala Puskesmas Sisir dr Jongky Orris mengatakan, inovasi yang dilakukannya setelah dilantik Agustus lalu adalah budaya bersih. 
"Kemenangan ini adalah bonus dari program yang dilaksanakan sejak Agustus  lalu. Salah satu program yang menjadi andalan adalah Clean Table Policy atau aturan untuk membersihkan atau merapikan meja. Di mana seluruh pegawai diharuskan untuk membersihkan meja kerjanya sebelum pulang," ujar Jongky kepada Malang Post, (15/11), kemarin.
Ia menjelaskan lebih lanjut, dalam menerapkan kebijakan Clean Table Policy tidak mudah dan butuh waktu. Namun, berkat dilakukan evaluasi terhadap kondisi ruang kerja pegawai dengan waktu yang acak. Kemudian hasilnya disampaikan melalui grup WhatsApp.
"Dari evaluasi dengan waktu yang tak ditentukan, mana yang tidak rapi kami berikan kritikan yang membangun. Begitu juga yang sudah rapi, kami beri pujian. Hasilnya ternyata luar biasa. Saat pegawai pulang semua kondisi meja sudah rapi," beber laki-laki yang baru saja dilantik sebagai Kepala Puskesmas Sisir ini.
Begitu juga dengan keamanan dokumen, lanjut dia, dimulai dari merapikan setiap pulang kerja akan memberikan jaminan bisa terjaga keamanannya. Tapi yang paling utama adalah Puskesmas bisa bersih.
Selain Clean Table Policy, inovasi lain dari Puskesmas Sisir adalah membangun Taman Refleksi bagi pegawai dan pasien atau pengunjung. Yang mana seluruh pegawainya pada jam tertentu dan pasien atau pengunjung juga bisa memanfaatkan untuk melakukan peregangan. 
Serta ada inovasi lainnya yang membuat Puskesmas Sisir menjadi lebih asri dan sejuk. Yakni adanya Taman IPAL dan Taman Vertikal yang memanfaatkan bahan daur ulang sampah. Begitu juga dengan pelayanan pun dilengkapi dengan Pojok Anak yang bisa dimanfaatkan ibu menyusui dan tempat permainan anak.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Provinsi Jatim, Desi Aviajiati, SKM. M.Kes mengatakan, ada beberapa kriteria dalam penilaiannya. Semuanya tentang kebersihan, mulai kebersihan selokan, pelayanan, fasilitas, sanitasi, hingga pengelolaan limbah medis.
"Untuk pelaksanaan pemilian kami lakukan secara Incognito. Di mana dilakukan penyamaran di Puskesmas tersebut. Sehingga tidak ada persiapan sama sekali dari Puskesmas tersebut dan memang benar-benar menjalankan kriteria yang ada," pungkasnya.(eri/oci)

Kampanye di Media 23 Maret – 14 April 2019

 
BATU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) Kota Batu menggelar rapat pengawasan dan pamantauan pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pemilu tahun 2019 bersama media massa, di Jalan Bukit Berbunga, Kantor Bawaslu Kota Batu, pada Kamis (15/11) kemarin. Tujuannya agar Parpol peserta dalam Pemilu serentak 2019 tidak melanggar UU Pemilu dan keputusan bersama antara Bawaslu, KPU, dan Dewan Pers. 
Ketua Bawaslu Kota Batu Abdur Rochman, ST menjelaskan, rapat bersama awak media untuk melakukan sosialisasi pengawasan kampanye di media massa. Di mana kampanye di media massa baru boleh dilaksanakan nanti mulai tanggal 23 Maret  hingga 14 April 2019.
"Sosialiasi ini ingin menjelaskan bahwa saat ini belum waktunya masa kampanye. Jika hal tersebut dilanggar Bawaslu akan memberikan sanksi sesuai UU Pemilu. Bahkan Bawaslu menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers sebagai gugus tugas pengawas kampanye Pemilu 2019," ujar Rochman kepada Malang Post.
Begitu juga dengan kampanye melalui medsos, yang mana saat ini setiap tim sukses wajib mendaftarkan maksimal 10 platform media sosial kepada KPU. Itu agar tidak terjadi kampanye yang bermuatan SARA.
Hadir Koordinator Divisi Humas dan Hubal, Bawaslu Provinsi Jatim, Nur Ellya Anggraini M.Si sebagai pemateri yang menegaskan bahwa pemasangan iklan di media massa tidak boleh atau menampilkan citra diri calon dengan kumulatif. Yang artinya tidak boleh menyebutkan secara bersamaan nomor urut partai dan calon. 
"Karena itu, saat memasuki masa iklan kampanye di media, media massa mempunyai kewajiban untuk memberi kesempatan yang sama, mematuhi kode etik jurnalistik (KEJ) dan UU Pemilu. Sebisa juga memuat iklan layanan masyarakat (ILM) mengenai pemilu," pungkasnya.(eri/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :