10 Hari, PKB Cari Calon Pendamping Abah Anton

 
MALANG – Jelang dimulainya tahapan Pilkada Kota Malang pada September mendatang, DPC PKB Kota Malang mulai menjaring nama-nama yang siap mendampingi H. Moch Anton sebagai bakal calon wakil walikota (Bacawawali) pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Pendaftaran Bacawawali sudah dibuka sejak kemarin sampai 4 September mendatang, di Posko Pemenangan LPP  PKB.
Menurut Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Kota Malang, Arief Wahyudi, PKB sudah mantap untuk mengusung Ketua DPC PKB Kota Malang H. Moch Anton sebagai calon walikota, yang sekarang masih menjabat sebagai wali Kota Malang. Karena itu, untuk menjaring nama-nama Bacawawali dilakukan pendaftaran secara terbuka.
”Siapapun boleh mendaftar, tokoh politik, pengusaha, akademisi, tokoh agama, kader PKB juga boleh. Mereka yang mendaftar akan mendapatkan perlakuan yang sama, kami tidak membeda-bedakan,’’ kata Arief yang didampingi Ketua Dewan Syuro PKB Kota Malang KH. Affandi bersama pengurus DPC PKB Kota Malang, di Posko Pemenangan LPP PKB Kota Malang di Jalan Tlogomas No.1, kemarin.
Untuk menjaring Bacawawali, PKB telah membentuk tim 7, yakni Arief Wahyudi sebagai ketua, H Zamroni S sebagai wakil, dan Ir Muslich, Syahrowi, Mulyanto, Syahroza Rahmania, dan Ahmad Muhaimin MT sebagai anggotanya. 
Sekalipun terbuka, Arief mengatakan ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu bertakwa kepada Tuhan YME, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Selain itu syarat lain adalah memiliki komitmen setia terhadap Pancasila, UUD 45, dan selalu mendukung kesatuan dan persatuan dan mendukung NKRI. 
“Ada beberapa tahapan yang dilalui mulai pendaftaran, seleksi administrasi dilanjutkan dengan uji kompetensi, Fit and propertest serta uji publik,” terang mantan anggota DPRD Kota Malang itu.
Ditambahkannya,  LPP tidak mematok biaya untuk pendaftaran Bacawawali. Tapi demikian, calon dipastikan paham akan biaya yang harus dikeluarkan. ”Jika calon lain mematok biaya hingga Rp 25 juta saat pendaftaran, kami tidak. Kami tidak mematok biaya kepada calon. Tapi demikian, calon tentunya sudah paham dengan biaya saat mereka mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota,’’ jelasnya.
 Dia juga mengatakan, seluruh tahapan ini akan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPW PKB, termasuk jika sudah sudah ada hasilnya, nanti akan diusulkan ke DPP.
Disinggung dengan fenomena KPK, yang kemudian menyeret H Moch Anton menjadi saksi, Arief mengatakan tidak berdampak pada partai. Sejauh ini, PKB tetap solid. Mulai dari paling bawah hingga atas. Semuanya tetap solid. ”Kami sudah menjelaskan kepada seluruh kader tentang status ketua yang menjadi saksi. Dan itu wajar, sebagai kepala pemerintahan  dipanggil menjadi saksi. Apalagi ini negara hukum. Alhamdulillah, seluruh kader paham, dan mereka tetap solid, tetap berjuang mengusung ketua untuk maju kembali,’’ tandas Arief.
Sementara Dewan Syuro PKB KH Affandi yang kemarin ikut hadir dalam launching penjaringan bakal calon wakil wali kota Malang kembali menegaskan, PKB siap mengamankan Pancasila, NKRI, UUD 45. Dia juga mengatakan, jika calon N2 nanti tidak setia dengan NKRI, Pancasila atau UUD 45 sudah pasti tidak diterima.
“Dari penjaringan ini LPP diharapkan mendapatkan calon yang betul-betul visioner, memiliki ideologi, serta mau membangun Kota Malang lebih baik,” tandasnya. (ira/aim)

Berita Lainnya :