1000 Pramuka Bikin Cantik Wajah Kampung Muharto

 
MALANG - Kampung Kelir Pramuka di Jalan Muharto Gang V, Kotalama akan menambah daftar kampung tematik di Kota Malang. Senin (9/7), seribu anggota penegak Pramuka Kwarda Jatim zona 3 Malang Raya mulai melakukan pengecatan warna-warni pada rumah-rumah warga untuk menjadikan kampung kumuh di Muharto itu menjadi Kampung Kelir.
"Setelah yang pertama di Kabupaten Malang, ini tahun kedua di Kota Malang. Pramuka Kwarda Jawa Timur yang menginisiasi dan kami sebagai pelaksana bekerjasama dengan Pemkot Malang," kata Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Malang, Agus Sulistina SE dalam acara Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai bentuk bakti sosial dengan mengangkat Kelurahan Kotalama bisa menjadi destinasi wisata. "Agar Muharto tidak termarjinalkan dan dinilai negatif," katanya.
Targetnya, seribu peserta yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA itu mengecat 130 sisi depan rumah warga di RT 1-3, RW 6 Kelurahan Muharto. Nantinya mural dengan motif bunga, hewan dan pramuka juga ditambahkan.
Tak hanya itu, atap rumah juga akan dicat oleh tukang profesional.  Dikatakan Lis, sapaan akrabnya, selain mendapat dukungan dana dari sponsor maupun kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang, Komisi E DPR Provinsi juga ikut berkontribusi.
"Karena memang dikhususkannya  untuk masyarakat. Sehingga kedepannya ada tindak lanjutnya," paparnya. 
Lis mengungkapkan, masyarakat sekitar sangat menyambut positif kegiatan tersebut. Sebab warga Muharto telah lama mengingikan kampungnya seperti Kampung Warna-Warni (KWJ) Jodipan.
"Masyarakat sudah lama ingin kampung seperti  KWJ, tapi biayanya sangat besar. Termasuk usulan penerangan dan jalan yang masih banyak berlubang semenjak ada Kampung Kelir baru direspon," tambah dia.
Festival Wirakarya Kampung Kelir tidak hanya berlangsung selama satu hari. Rangkaian acaranya berlangsung selama tiga hari dengan melanjutkan pengecatan. "Nanti penutupan ada Tasya Rosmala, juga dimanfaatkan kalau ada warga yang ingin menampilkan sesuatu," jelas Lis.
Nantinya, peserta menginap di rumah warga sekitar dan rusun. Harapannya ada proses transfer edukasi dari anak-anak Pramuka ke masyarakat maupun sebaliknya. Pramuka yang dikenal dengan kedisplinannya diharapkan juga bisa menularkan virus positif pada warga setempat. (tia/aim)

Berita Lainnya :