22 Kendaraan Terjaring Operasi Gabungan


MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kembali melakukan operasi gabungan, Rabu (14/8). Kali ini  yang menjadi sasaran dalam operasi tersebut angkutan barang dan orang yang tidak menggunakan kelengkapan kendaraan. 22 kendaraan terjaring melanggar dalam operasi gabungan itu.
Dishub memberikan tindak tegas kepada pelanggar untuk mengikuti sidang tilang pekan depan. Satu-persatu, kendaraan angkutan barang yang melintas di depan Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) Kota Malang di Jalan Soekarno Hatta, diberhentikan para petugas, baik dari Dishub maupun kepolisian dari Satlantas Polres Malang Kota. Mereka masuk ke dalam halaman TKBJ untuk diperiksa kelengkapan kendaraan, seperti STNK, KIR dan lainnya.
Kasi Pengendalian Angkutan Orang Dalam Trayek, Herry Santoso mengungkapkan, dalam operasi tersebut, pihaknya langsung memberikan tindakan tegas bagi kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan.
“Bagi kendaraan yang tidak membawa kelengkapan kendaraan, seperti STNK, segitiga pengaman, ban serep, dongkrak serta kendaraan yang belum melakukan uji KIR, langsung kami beri tindakan tegas,” terang dia di sela-sela kegiatan.
Bagi kendaraan yang melanggar akan diberikan sanksi berupa sidang tilang yang akan dilakukan pekan depan di Kantor Kejaksaan Negeri Malang. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen Dishub Kota Malang untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran.
“Melalui kegiatan tersebut, kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin untuk mengikuti aturan yang ada, mulai menyediakan kelengkapan kendaraan dan tidak terlambat dalam melakukan kewajiban perjpajakan serta uji KIR,” jelas dia.
Secara rutin, setiap enam kali dalam satu bulan, Dishub Kota Malang gencar melakukan operasi gabungan serupa. Kegiatan tersebut dilakukan di lima kecamatan di berbagai titik, diantaranya GOR Ken Arok, Jalan Simpang Balapan, Lowokdoro dan lainnya. Umumnya, operasi gabungan tersebut dilakukan sejak pagi dalam kurun waktu satu setengah hingga dua jam.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, jumlah pelanggar semakin berkurang. Artinya, sudah banyak masyarakat yang sadar akan kepentingan kendaraan ketika berada di jalan,” tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait