32 Bangunan Cagar Budaya Disertifikasi


MALANG -  32 bangunan yang diusulkan sebagai warisan cagar budaya Kota Malang secara sudah ditetapkan Wali Kota Malang Sutiaji. Senin mendatang, Wali Kota Malang akan menyerahkan secara langsung SK Penetapan Cagar Budaya Kota Malang.
Penyerahan itu akan dilaksanakan pada peresmian penanda cagar budaya bangunan Balai Kota dan penyerahan surat penetapan cagar budaya di halaman Balai Kota Malang.
"Senin 14 Januari besok, SK penetapan cagar budaya akan diserahkan kepada perwakilan pengelola 32 bangunan yang telah ditetapkan. Mereka kami undang semuanya dalam acara itu," kata Kasi Promosi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Buana kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, selain penyerahan SK penetapan tersebut, juga akan diserahkan pula Sertifikat Cagar Budaya pada 32 bangunan tersebut. Sertifikat itu sebagai penanda resmi jika bangunan atau struktur tersebut sudah menjadi warisan cagar budaya Kota Malang.
32 bangunan dan struktur yang ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Malang ini diantaranya yakni Balai Kota Malang, Gedung Bank Indonesia, Gedung Kantor Pajak Pratama Bangunan KPPN, Hotel pelangi, Gereja Immanuel, Gereja Idjen, Gereja Kayutangan, Sekolah Corjesu, Sekolah Frateran, Bangunan Brandweer PMK Kota Malang, Bank Mandiri Merdeka.
Kemudian Bangunan Bank Commonwealth, SMA 1, SMA 3, SMA 4, PLN Kayutangan, Klenteng Eng An Kiong, Stasiun Kota Baru, Stasiun Kota Lama, Gedung AIA, Asrama Bali, Makam Bupati Malang, Rumah ex Toko NIMEF, Bangunan Rumah Anjasmoro 25, Rumah Dinas Walikota, Rumah makan OEN, struktur Tandon Air Tlogomas, struktur Tandon Air Dinoyo, struktur jembatan Mojopahit, struktur Jembatan Kahuripan dan struktur Buk Gluduk.
"Setelah ini, kami akan menyusun Perwali untuk juknis pelaksanaan dari Perda cagar budaya yang akan diaplikasikan kepada pemerintah dan masyarakat pengelola bangunan, benda, atau struktur yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya," pungkas Agung.
Penetapan 32 cagar budaya Kota Malang ini sebagai upaya untuk melindungi bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Malang.(ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :