354 Warga Binaan Lapas Sukun Tidak Nyoblos


MALANG - Sebanyak 354 warga binaan Lapas Wanita Kelas II Sukun Malang tidak menggunakan hak pilihnya di hari pencoblosan serentak.  Dari total 760 warga binaan Lapas Sukun hanya 316  yang mencoblos di TPS 37 dan TPS 38 Lapas Sukun.
Meski begitu setengah dari total Warga Binaan ini tidak melakukan pencoblosan. Hal ini dikarenakan sebagian besarnya tidak memiliki E-KTP,  selain itu banyak yang memang tidak mengurus A5 atau surat pindah pilih.
Kasubag TU Lapas Sukun Malang Dewi Andriana menjelaskan, 70 persen warga binaan di Lapas Wanita Sukun bukan orang Kota Malang. Kebanyakan berasal dari Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur.
"Ya itu masalahnya banyak bukan orang asli sini. Dan memang tidak urus pindah pilih sehingga tidak terdaftar di DPT Tambahan. Tapi ini sudah sangat baik daripada Pemilu kota yang hanya 37 saja yang milih," jelasnya.
Perempuan yang juga menjabat sebagai PLH Kepala Lapas Sukun ini menambahkan, pemilihan di lapas berjalan dengan lancar meskipun masih ada kekurangan surat suara.
Sebelumnya dalam pencoblosan di Lapas Sukun penyelenggara mengalami kekurangan surat suara. Hal ini disampaikan Ketua PPS Kebonsari Nur Hadi. Ia mengatakan Lapas Sukun masih kekurangan 30 Surat Suara DPD dan 5 Surat Suara DPR RI.
"Kekurangan ini karena memang penghuni lapas jumlahnya berubah-ubah. Surat suara yang disiapkan KPU sebelumnya memang sejumlah yang didata di DPT, di Lapas DPT Perubahan," papar Nur Hadi.
Jumlah surat suara yang disediakan 361 surat suara DPT Perubahan di Lapas Sukun. Nyatanya masih ada 35 yang berhak memilih lagi. Untuk itu pihaknya langsung berkoordinasi dan KPU dan meminta surat suara tambahan di TPS terdekat.
"Disini ada 2 TPS, yakni TPS 27 dan TPS 28. Dan kepersetaannya juga meningkat dari sebelumnya. Karena ada Pilpres. Sampai saat ini kondusif saja," tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan menjelaskan antusias dalam memilih karena ada pemilihan presiden.(ica/jon)

Berita Lainnya :