4 Stamboel di Oeklam-Oeklam Heritage Kayutangan

MALANG - Event Oeklam-Oeklam Heritage Kayutangan pada 30-31 Agustus akan memilki tampilan yang menarik. Atmosfir “jadul” yang selama ini dirindukan masyarakat Kota Malang akan tersaji. Ada penempatan 4 Stamboel di sepanjang rute Oeklam-Oeklam Heritage Kayutangan. 
Apa yang dimaksud Stamboel?. Ketua Panitia Oeklam-Oeklam Heritage Kayutangan Wien Febi Damayanti menjelaskan, Stamboel merupakan sebuah istilah zaman colonial, yang menunjukan kawasan sebagai sebuah pasar rakyat.
“Ini sebenarnya usulan Pak Dukut (Dukut Imam Widodo, sejarawan). Jadi sebuah pasar rakyat yang dulu memang ada di kawasan Kayutangan,” tegasnya.
Konsep penempatan Stamboel dibuat secara sederhana akan tetapi diupayakan maksimal. Rencananya 4 titik Stamboel, di depan UOB Bank, diseberang Pujasera Kayutangan, depan Gang Kayutangan dan terakhir didepan Kantor Telkom (DiLo,red). 
Stamboel tidak hanya sekadar pasar, tapi juga akan diisi dengan berbagai kegiatan khas rakyat Kayutangan pada masa lalu. 
“Ada musik, ludruk dan aneka hiburan jadul lainnya,” papar perempuan yang juga menjabat sebagai Manajer Gerai Jatim Sarinah Malang ini. 
Konsep mengembalikan “pasar rakyat” pada zaman dahulu di Kayutangan ini diharapkan dapat mengembalikan kembali semangat kebersamaan masyarakat Kota Malang yang guyub, akrab, melestarikan budayanya satu sama lain. 
Stamboel juga menjadi ciri peradaban yang berkembang. Di masa kolonial masih menguasai Kota Malang di sudut Kayutangan masyarakatnya tidak mau ditindas dengan budaya barat. Tetap guyub dengan membuat pasarnya sendiri. 
“Harapannya ini juga dapat membangkitkan kembali jiwa-jiwa kebersamaan warga Kota Malang saat ini. Mencicipi jajanan trandisional sampai melihat pertunjukan ludruk pastinya akan sangat pas,” tegas Febi. (ica/aim)