Air Mata Iringi Keberangkatan ke KPK


MALANG - 22 anggota dewan yang menjalani pemeriksaan di KPK bertolak dari Malang bersama-sama. Mereka naik bus menuju Bandara Juanda lalu terbang ke Jakarta tadi malam.
Tapi tidak semua dari 22 anggota dewan itu naik bus dari lokasi keberangkatan di Bundaran Tugu. Hanya dua orang yang tampak dalam bus pariwisata itu. Yakni Sugiarto, anggota Komisi C dan Syamsul Fajrih, anggota Komisi A.
Wakil Ketua Komisi D, Ribut Harianto dan anggota Komisi A Letkol (Purn) Suparno HW  
sempat terlihat datang. Namun mereka pergi meninggalkan lokasi parkir bus di depan SMAN 3 Malang.
Informasi yang dihimpun Malang Post,  kebanyakan legislator menunggu di wilayah lain. Di antaranya di Karanglo dan Lawang.
Hal menarik kembali ditunjukkan Syamsul Fajrih. Jika sebelumnya di Polres Malang Kota, dia mengepal tangannya di hadapan media dan berpamitan, Fajrih diantar lebih dari 10 orang anggota keluarganya.  Sebelum naik bus,  politisi PPP itu pamitan kepada satu per satu anggota keluarganya. Sembari memeluk dan mencium tangan keluarga, wakil rakyat dari dapil Kedungkandang itu meminta doa. Air mata pun bertetesan.   
Apalagi salah seorang memberi bungkusan plastik berwarna merah. ”Itu isinya Alquran. Dibaca ya,’’ pesan salah satu keluarga Fajrih.  
Kepada wartawan, dia memastikan siap menghadapi semuanya. Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui statusnya di KPK. ”Terus terang saya belum menerima surat panggilan, jadi saya tidak tahu, status saya apa dan sebagai apa saya diperiksa,’’ ungkapnya.
Sementara Sugiarto mengaku tak memiliki persiapan apapun ketika berangkat ke Jakarta. Abah Gi, sapaan akrab politisi PKS ini hanya membawa pakaian di satu koper.  
Terkait dengan perkara yang dialami, Sugiarto mengaku tak tahu. Bahkan, dia mengatakan hanya terkena getahnya. ”Kasus ini sepertinya dipukul rata, padahal tidak seperti itu,’’ katanya. (ira/van)

Berita Lainnya :