Ajak Anak Muda Atasi Permasalahan Kota


MALANG -  Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah gencar membentuk revolusi mental bagi generasi muda. Harapannya, generasi muda berperan aktif dalam pembangunan di kota pendidikan ini. Sebagai upaya untuk kemajuan Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, sebagai kota pendidikan, Kota Malang memiliki segudang potensi yang harus dimanfaatkan. "Dengan jumlah perguruan tinggi yang banyak, tentu setiap tahun akan selalu ada penambahan jumlah mahasiswa," terang dia di sela Conference of Youth in Movement 2019, yang berlangsung di Hotel Harris Malang, Sabtu (20/4) .
Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa yang ada, menurutnya akan berpengaruh terhadap inovasi yang dimunculkan anak muda melalui ilmu pengetahuan yang dikembangkan. Sehingga, dia berharap ada penelitian yang nantinya dapat mengentaskan permasalahan yang sedang dihadapi Kota Malang.
"Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam bidang kesehatan, pendidikan, hingga sarana dan prasarana, termasuk mengatasi banjir dan macet sangat penting," jelas pria berkacamata ini.
Lebih jauh dia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sangat terbuka terhadap ide dan gagasan yang akan diberikan dan disampaikan kepada pemerintah. Karena potensi yang ada tak mungkin digarap sendiri oleh pemerintah daerah.
"Pemerintah tidak bisa sendiri untuk mewujudkan mimpi. Potensi yang dimiliki harus digarap bersama. Sehingga harus ada kolaborasi dan sinergi terutama dengan kalangan akademisi," papar dia.
Apalagi, di era keterbukaan informasi seperti sekarang, yang menurutnya memiliki dampak positif maupun negatif. Hal itu perlu disikapi dengan bijak, agar proses pembangunan tetap berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat, tanpa disadari akan merubah tatanan sosial, politik, hingga ekonomi. Sehingga perlu ada sentuhan dari para pemuda agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik dalam proses pembangunan.
"Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang bermanfaat, semangat berkarya untuk kemajuan pembangunan Kota Malang dan Indonesia. Dimulai dari yang kecil untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik lagi," terangnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Future Leader Chapter Malang, Naufal Halmy menambahkan, melalui kegiatan Conference of Youth in Movement 2019 diharapkan pemuda di Kota Malang memiliki peran lebih dalam pembangunan yang dikerjakan.
"Terutama dalam isu ekonomi, lingkungan, dan sosial politik yang jadi konsentrasi kami saat ini," imbuh dia.
Sebagai kota terbesar ke dua di Jawa Timur, menurutnya pertumbuhan ekonomi di Kota Malang begitu pesat. Salah satunya dapat dilihat melalui perkembangan kedai kopi dan tempat nongkrong yang banyak dicetuskan oleh anak muda.
Namun sayangnya, masih ada dampak lingkungan yang dirasakan dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Salah satunya dalam perkembangan lingkungan di Kota Malang. Dapat dilihat, saat ini sampah plastik semakin banyak seiring pertumbuhan perekonomian yang dikomandani anak muda.
"Dan melalui kegiatan ini kami harapkan anak muda yang akan membuat usaha baru, seperti cafe misalnya, bisa memperhatikan dampak lingkungan. Misalnya mereka bisa tidak menggunakan botol plastik dan sedotan plastik minimal," terang dia. (tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :