Ajak Masyarakat Survei Bangunan Cagar Budaya


MALANG - Setelah menetapkan 32 bangunan cagar budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang kembali melakukan pendataan terhadap puluhan bangunan cagar budaya. Tahun ini, Disbudpar mencatat ada 45 calon bangunan cagar budaya baru yang siap disurvei.
Sebelum diajukan untuk mendapat Surat Keputusan (SK) Cagar Budaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Disbudpar bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang melakukan survei. Kasi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung H Buana mengungkapkan, untuk melakukan survei terhadap beberapa bangunan yang ada, pihaknya kembali mengajak masyarakat.
“Tahun ini, ada sekitar 135 orang volunteer yang terlibat, mulai para pemerhati, mahasiswa hingga anggota komunitas,” kata Agung kepada Malang Post.
Agung menguraikan, pihaknya melibatkan volunteer dari masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan bangunan lawas maupun benda yang memiliki nilai cagar budaya.
"Kami menekankan soal pentingnya peran milineal volunteer untuk menjadi bagian pelibatan publik kelestarian cagar budaya melalui dukungan pada proses penetapan. Meliputi tahap survei, pengukuran, pemetaan, narasi diskriptif bahan penetapan cagar budaya," jelas Agung.
Meski demikian, para volunteer tersebut diberi pembekalan secara khusus yang dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang. Ada beberapa materi yang diberikan dalam pembekalan, mulai dari pengenalan arsitektur, kesejarahan dan lainnya.
"Para relawan dari berbagai latar belakang ini nantinya melakukan identifikasi sebagai bukti penguat agar 45 bangunan yang diduga bernilai cagar budaya bisa mendapat SK penetapan," papar dia.
Agung menerangkan, beberapa bangunan yang akan disurvei antara lain Hotel Shalimar, rumah dinas Bupati Malang, guesthouse Fendis, Gereja GKI bromo, bangunan Kayutangan, gedung ex TGP SMK Cendika, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun, dan lain-lain.
Pada tahun 2018 lalu, Disbudpar Kota Malang telah melakukan langkah yang sama dan berhasil menetapkan 32 bangunan cagar budaya melalui SK Wali Kota Malang. "Kegiatan ini dilakukan secara bertahap setiap tahun mengingat banyaknya bangunan bernilai cagar budaya di Kota Malang. Harapannya nanti bangunan-bangunan yang sudah memiliki SK bisa lebih terlindungi," pungkas dia.(tea/aim)

Berita Terkait