Ajak UMKM Masuk di Pasar Online

AJAK NAIK KELAS: Para pelaku UMKM Kota Malang serius mengikuti kegiatan Strategi UMKM dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital yang dihadiri 200 pelaku UMKM di Atria Hotel, Kamis (15/8) kemarin.
 
MALANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Malang berupaya mendongkrak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Malang. Salah satunya mengajak para pelaku usaha menjajaki platform marketplace business-to-business (B2B) dengan menggunakan aplikasi Pasarind dan Bayarind.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Strategi UMKM dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital yang dihadiri 200 pelaku UMKM di Atria Hotel, Kamis (15/8) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, ISMEI dan Pemkot Malang juga bekerjasama dengan PT Sprint Asia Teknologi untuk menjajaki platform marketplace business-to-business (B2B). 
Ketua ISMEI Malang Fahmi Ismail mengungkapkan, saat ini, persaingan produk di berbagai marketplace masih banyak didominasi barang-barang yang berasal dari luar negeri. 
“Untuk itu, kami berupaya untuk melakukan fasilitasi agar UMKM dari Malang bisa masuk dan melakukan ekspansi bisnis melalui marketplace digital,” kata Fahmi Ismail.
Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan pengembangan UMKM. Kondisi Kota Malang memiliki banyak mahasiswa yang banyak melahirkan usaha baru. “Selain itu, banyak investor yang melirik potensi usaha disini. Jadi, UMKM yang sudah ada harus dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian,” jelas dia.
CEO PT Sprint Asia Technology Setyo Harsoyo mengungkapkan, sebagai penyedia aplikasi marketplace buatan anak negeri, pihaknya menyediakan platform yang membantu pemasaran UMKM. "Tujuan kami akan membantu UMKM untuk masuk industri 4.0, karena perkembangan teknologi yang luar biasa," ujar dia.
Saat ini, lanjut dia, ketersediaan barang atau produk UMKM yang memasuki e-commerce masih sedikit. Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha kreatif diajari berbagai strategi ringkas memasuki pasar digital, mulai dari proses produksi seperti pengemasan, pembuatan foto produk yang menarik, pemberian deskripsi produk, dan lainnya. Selain itu, peserta juga diajari sistem pembayaran, pembukuan transaksi, hingga manajemen secara digital. "Sehingga produk mereka bersaing dan tidak kalah mutu. Seminar ini juga untuk semua produk UMKM mulai kuliner, kriya, fashion, dan lain-lain," papar dia.
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang tengah berupaya memajukan perekonomian melalui UMKM dan ekonomi kreatif. "Dalam Pekan UMKM Malang 2019 ini, artinya mempersiapkan UMKM memasuki era baru, era teknologi berbasis digital," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Bung Edi ini menambahkan, saat ini keberadaan teknologi berbasis aplikasi menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian Kota Malang. “Apalagi, Kota Malang sudah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai pilot project Ekraf digital. Kami berharap, pelaku ekonomi kreatif akan terpacu untuk ekspansi ke dunia digital dan meningkatkan perekonomian,” tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait