Akibat Pergaulan Bebas, Penyebab Tingginya Nikah Dini


MALANG - Pergaulan bebas diakui menjadi penyebab angka pernikahan usia dini di Kecamatan Sukun tergolong tinggi. Seperti diberitakan sebelummnya, Kecamatan Sukun memegang angka tertinggi pernikahan usia dini di Januari 2018 dibandingkan kecamatan lainnya. Tidak hanya pergaulan bebas, sifat masyarakat perkotaan yang cenderung kurang melakukan kontrol sosial juga turut menjadi penyebab.
Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukun, Ahmad Hariri kepada Malang Post.
“Ya itu yang saya lihat. Ada kemungkinan pergaulan bebas sehingga masyarakat atau keluarga mendesak menikah karena sudah hamil duluan,” ungkapnya saat ditemui di Kantor KUA Kecamatan Sukun.
Ia menjelaskan pula jika Married By Accident lah yang kerap terjadi di Kecamatan Sukun. Selain itu pula kawasan Sukun pun menurut Ahmad juga dipenuhi warga-warga luar atau bukan asli Malang yang kemudian menetap dan memiliki kulturnya sendiri.
Kultur yang dibawa tersebut kebanyakan pula mengarah pada pernikahan di usia muda sebagai sesuatu yang lumrah.
“Malang ini Kota Metropolis. Banyak orang luar nikahnya di luar, cerai di sini. Ada kok laporannya yang saya terima dari kasus perceraian atau menikah muda yang terjadi di Sukun dilakukan prosesnya di Pengadilan Agama Kabupaten Malang, Kota Malang, terus di Sidoarjo dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, pernikahan dengan mempelai yang masih di bawah umur di Kecamatan Sukun terdiri dari dua golongan. Yakni pertama mempelai laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan berumur kurang dari 16 tahun. Kedua, mempelai laki-laki berusia di atas 19 tahun sedangkan perempuan di atas 16 tahun tetapi kurang dari 21 tahun.
“Untuk kasus ini kita akan menolak rencana pernikahan mereka. Kecuali syarat-syarat terpenuhi,” ungkapnya.
Untuk kategori pertama (laki-laki 19 tahun ke bawah, perempuan di bawah 16 tahun, Red) kedua pasangan ini harus terlebih dahulu mendapatkan surat dispensasi. Surat tersebut hanya bisa dikeluarkan oleh Pengadilan Agama.
Di mana, lanjut Ahmad, surat ini didapatkan melalui keputusan final sidang. Hakim Pengadilan Agama akan menanyakan mengapa mereka hendak menikah. Lalu jika alasan dapat diterima, maka PA akan memberikan surat tersebut.
“Biasanya ngurusnya 2 mingguan. Segera setelah itu baru mereka bisa ke KUA lagi bawa surat itu,” tandasnya.

Berita Lainnya :