Anggaran Pendidikan Tahun 2018 Dikurangi


MALANG - Anggaran pendidikan tahun 2018 diusulkan turun dibanding tahun ini. Komisi D DPRD Kota Malang yang mulai membahas usulan anggaran tahun depan langsung mereaksi keras. Komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini pastikan memperjuangkan agar alokasi anggaran pendidikan mendapat perhatian serius.
“Kami soroti anggaran pendidikan yang diusulkan Pemkot Malang untuk tahun 2018. Berdasarkan usulan yang sudah disampaikan kepada dewan, anggaran pendidikan tahun 2018 sebesar Rp 100 miliar,” jelas Sekretaris Komisi D, Hadi Susanto SH kepada Malang Post.
Dia merinci, pada tahun anggaran 2017, alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 182 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun anggaran 2018 berarti terdapat penurunan alokasi anggaran. “Ini yang kami pertanyakan. Kenapa usulan anggaran pendidikan dikurangi? Kami akan teliti usulan-usulan anggaran pendidikan yang dikurangi saat pembahasan besok,” kata Hadi.  
Lebih lanjut dia mengatakan, seharusnya anggaran pendidikan ditambah pada setiap tahun anggaran. Sebab Kota Malang merupakan kota pendidikan. Bahkan indentitas kota ini sebagai kota pendidikan sudah terkenal di seluruh Indonesia.
“Banyak prestasi pendidikan sudah ditorekan oleh Kota Malang. Ini harus diperhatikan serius dengan alokasi anggaran yang memadai untuk pendidikan yang semakin maju,” tandas Hadi.
Wakil rakyat dari dapil Sukun ini mengingatkan, anggaran pendidikan harus ditambahkan karena berkaitan langsung masyarakat luas. Selain itu anggaran pendidikan  untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rahayu Sugiarti yang dihubungi secara terpisah memastikan pembahasan anggaran tahun 2018 sudah dimulai. Alur pembahasan diawali dengan membahas
Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang akan menjadi acuan RAPBD 2018.
“Pembahasan sudah dimulai dan akan tuntas pada November mendatang. Selama pembahasan, dewan akan mengutamakan alokasi anggaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu semua aspirasi warga pasti akan dibahas,” kata Rahayu.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, alokasi anggaran  untuk tahun 2018 idealnya tetap pada bidang pendidikan dan kesehatan. “Karena pendidikan dan kesehatan berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Karena itu dia memastikan akan mengawal pembahasan anggaran tahun 2018 agar tetap berorientasi pada kebutuhan warga. (van)

Berita Lainnya :

loading...