Anggota PMK Harus Kantongi Uji Kompetensi

 
MALANG - Kompetensi dan peningkatan kualitas menjadi tuntutan  petugas pemadam kebakaran (PMK) tahun ini. PMK tidak hanya dituntut siaga dan menanggulangi bencana kebakaran saja, tapi juga dituntut memenuhi kualifikasi tertentu yang teruji kompetensi. 
Tahun ini, sebanyak 51 anggota Pemadam Kebakaran UPT Damkar Satpol PP Kota Malang mengikuti uji kompetensi sertifikasi kualifikasi pemadam kebakaran. 
“Ada 51 anggota kami tunjuk ikut kegiatan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) itu untuk mengikuti rangkaian kegiatan kompetensi,” kata Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang Jose Bello kepada Malang Post, kemarin.
Ia menerangkan, ujian kompetensi sudah berjalan sejak 10 Juli kemarin dan akan berakhir pada 13 Juli mendatang. Kegiatan ini diadakan di Kantor UPT Damkar Kota Malang. Dikatakan Jose, anggota UPT Damkar Kota Malang akan digembleng instruktur yang didatangkan dari Jakarta, hal itu untuk memenuhi Permendagri Nomor 16 Tahun 2009 tentang Kualifikasi Pemadam Kebakaran. 
"Bimtek ini untuk mendapatkan Sertifikasi Kualifikasi Pemadam Tingkat I,” jelasnya.  
Sebagai informasi, sertifikasi Pemadam sendiri berlaku berjenjang mulai I, II dan III. Dalam sertifikasi Pemadam I, anggota Damkar harus mengerti teori dan penguasaan alat. Di tingkat ini hal-hal yang harus dikuasai antara lain soal penanganan tumpahan minyak di atas air saat terjadi pemadaman.
Lalu materi dan praktek soal penguasaan semua jenis alat pemadam api ringan (Apar) dan penyelamatan saat kebakaran. 
"Tujuannya supaya seluruh anggota lapangan Damkar Kota Malang makin profesional, meningkatkan kompetensi, serta semakin mengerti tugas dan kewenangan mereka," tutur Bello. 
Ia melanjutkan peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Kota Malang, ada  juga peserta dari kota lain, seperti Kediri dan Jember. Secara mekanisme, setelah bimtek ini para petugas akan mendapat sertifikasi, baik bagi tenaga kontrak maupun PNS. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :