Awas! Angin Kencang Hingga Pekan Depan


ANGIN kencang yang terjadi Selasa (22/1) malam hingga pagi merupakan angin Monsun berkecepatan 45 – 57,6 KM /jam. Ini merupakan angin ribut yang jauh dari kecepatan normal sekitar 10 Km per jam. Berdasarkan prakiraan, fenomena alam ini bakal terjadi hingga pekan depan.
Kasi Observasi dan Informasi BMKG Karangploso, Anung Suprayitno, S.Si mengatakan faktor penyebab angin kencang yakni adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon di selatan Jawa Timur.
"Adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon ini mengakibatkan tarikan angin dingin Monsun Asia sangat kuat. Kondisi itu yang berpotensi terjadi hujan lebat dan angin kencang,"  katanya.
Anung menguraikan adanya pusat tekanan rendah dan bibit siklon ini berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada Selasa (22/1) lalu.  "Dari siaran pers yang dikirimkan BMKG pusat hasil analisis tersebut  terpantau masih terdapat aliran masa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, dan beberapa wilayah di Indonesia,” jelasnya. “Bersamaan, juga  masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia. Sehingga menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi, " kata Anung.
Sementara dari pantauan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dan memanjang. Salah satunya terjadi wilayah Jawa Timur. Selain itu, BMKG juga memantau adanya bibit badai tropis di dekat di dekat wilayah Indonesia.
"Salah satu bibit siklon yang saat ini terjadi berada di Laut Timor ( 94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam tiga hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai 45 - 57.6 kilometer per jam," tambahnya.
Seiring dengan adanya fenomena alam tersebut, Anung mengimbau kepada masyaraka agar tetap waspada dan siaga. Terlebih saat ini sudah masuk masa puncak musim hujan.
Karena menurut dia dampak dari curah hujan tinggi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.
Bukan itu saja, imbauan juga diberikan kepada nelayan dan masyarakat di pesisir pantai. Dimana fenomena alam saat ini berpotensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter.(ira/van)

Berita Lainnya :