Baksos GOW, Istri Sekda Mandikan ODGJ


MALANG - Pada bulan suci Ramadan, banyak orang memanfaatkan kesempatan untuk berbagi dengan sesama. Seperti yang dilakukan Ketua Gabungan  Organisasi Wanita (GOW) Kota Malang, Endang Purnawi Wasto. Belum lama ini, ia mengunjungi Gedung Tuna Wisma Karya (TWK) di Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Selain berbagi, Endang juga menyempatkan diri untuk memandikan salah satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada disana. Saat berkunjung, ada satu ODGJ yang baru ditindak oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang. Saat itu, Endang meminta pihak TWK ntuk menggunduli rambut orang ODGJ. Setelah itu, Endang mengambil selang yang dialiri air dan menyiram tubuh orang tersebut.
"Saat itu, saya datang kesana untuk melakukan bakti sosial. Tidak tahunya, ada orang (ODGJ) itu. Langsung saya minta untuk gunduli dan langsung dimandikan," terang perempuan yang juga istri Sekda Kota Malang itu.
Lebih lanjut Endang menjelaskan, bukan tanpa alasan ia melakukan kunjungan ke TWK tersebut. Ia menilai, selama ini, anggota TWK Sukun masih belum tersentuh oleh siapapun. "Umumnya, orang-orang melakukan bakti sosial ke panti asuhan dan panti jompo. Kali ini, saya ingin mengunjungi TWK, bagaimanapun juga mereka manusia dan butuh uluran tangan kita," papar Endang.
Ia juga ingin memperkenalkan TWK kepada organisasi-organisasi sosial lainnya supaya turut andil memberikan bantuan ke TWK Sukun. "Saya ingin membuat orang tertarik kesana, selama ini, belum pernah ada organisasi atau pejabat yang hadir. Saya ingin merangkul semuanya untuk aktif memberikan bantuan," jelas perempuan yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Malang ini.
Ia berharap, dengan kunjungannya ke TWK Sukun bisa mengajak masyarakat untuk memberikan bantuan, utamanya untuk urusan kebersihan dan kesehatan anggota TWK. "Selama ini, pampers untuk anggota TWK kurang. Sebab, selama ini belum ada anggaran khusus untuk itu. Kalau sabun mandi, bisa di PAK," tandas dia.
Endang menambahkan, dalam memberikan bantuan, memang harus tepat sasaran. "Kalau di panti asuhan, biasanya bantuannya sampai turah-turah (berlebih, red). Makanya, harus dibagi dengan yang lain supaya tepat sasaran," tegas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :