Banjir Lagi, Sampah Menyumbat di Sungai


MALANG - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Malang Senin , kembali menyebabkan banjir di beberapa lokasi Kota Malang. Namun yang terhebat terjadi di Jalan Soekarno-Hatta dan Letjen Sutoyo, dua jalan poros Kota Malang yang sering dipadati pengguna jalan.
Tinggi banjir di Letjen Sutoyo menyentuh badan kendaraan roda empat yang melintas sekitar pukul 14.30 WIB. Lokasi tepatnya berada di depan supermarket Carrefour, memang menjadi titik langganan banjir jika hujan datang.
“Sudah selalu seperti ini. Ya ruko saya jadi tempat orang menepi terus”, papar Ariful salah seorang pegawai ruko kuliner di kawasan tersebut.
Ia menceritakan banjir datang dari luapan sungai yang berada di sebelah jalan.  Ia melihat beberapa pengendara, khususnya sepeda motor berhenti di tengah jalan karena terendam air banjir. Ia mengatakan banjir tersebut berlangsung sekitar 15 sampai 20 menitan.
Tidak hanya di Letjen Sutoyo, kawasan Soekarno-Hatta juga mengalami hal yang sama. Di sekitar kawasan depan Polinema hingga RSUB. Menurut pantauan Malang Post banjir disana hingga 30 centimeter sampai 40 centimeter.
Hal ini kemudian ditanggapi Wali Kota Malang Drs H Sutiaji yang meninjau lapangan. Ia sempat memantau langsung ke kawasan Jalan Letjen Sutoyo. Meskipun sesampainya disana air yang membanjiri jalan sudah surut. Akhirnya Sutiaji bersama dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso meninjau lokasi lain dimana ditemukan sumber penyumbat saluran drainase.
“Iya ini ada banyak bambu bisa dilihat sendiri. Aliran air jadi tersumbat”, papar Kadis PUPR Kota Malang Ir Hadi Santoso saat ditemui dilokasi saluran air yang tersumbat di sekitar kawasan Letjen Sutoyo tepatnya di samping Hotel Atria.
Dikatakannya, Satgas PUPR langsung diterjunkan saat itu juga untuk menormalisasi saluran air tersebut. Menurut pantauan Malang Post sekitar pukul 17.00 WIB, tumpukkan sampah yang didominasi bambu berukuran 5-6 meter tersebut sudah diangkut.
Soni mengimbau warga untuk tetap saling menjaga lingkungan sambil pihaknya terus memperbaiki saluran drainase yang ada di Kota Malang (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :