Bawa Narkoba, Disanksi Sekolah, Wadul Dewan


MALANG – Tidak terima dengan tindakan sekolah, orang tua empat siswa SMPN 13 Kota Malang melaporkan tindakan sekolah yang mengeluarkan anaknya ke anggota DPRD Kota Malang. Setelah diklarifikasi ke sekolahnya, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Rusman Hadi didampingi Joko Supriyono menegaskan, jika mereka mendapatkan sanksi karena pelanggaran berat.
Rusman Hadi menjelaskan, ke empat siswa memang benar sedang diberikan sanksi berat oleh sekolah. Tetapi tidak dikeluarkan begitu saja seperti informasi yang beredar.
“Ternyata diberi pilihan. Pindah sekolah atau tetap di sekolah tapi tidak naik kelas,” jelas Rusman saat dikonfirmasi Malang Post.
Dari hasil pertemuan itu, pihaknya dengan pihak sekolah bersama dengan orang tua murid empat pelajar ini memang disanksi keras akibat membawa minuman keras dan narkoba. Mereka dikatakan masih duduk di bangku kelas 7.
Dijelaskan pula, keempat siswa ini sudah memiliki track record skor pelanggaran yang tinggi. Sesuai aturan sekolah, ketika skor itu sudah melebihi batas, maka sanksi akan ditegakkan, pindah sekolah atau tidak naik kelas.
“Ada empat, yang satu inisial RIM sudah pindah. Sementara yang tiga G, F, dan RZ diberikan tenggat waktu satu minggu, untuk memutuskan dipindah atau tetap dengan syarat tidak naik kelas," tegas Politisi PDI Perjuangan ini.
Namun dijelaskan Rusman usai pertemuan, bahwa tiga siswa tetap sebagai siswa SMPN 13 dengan konsekuensi tidak naik kelas.
Terkait hal ini Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menjelaskan jika tindakan tegas dengan cara mengeluarkan siswa yang melanggar aturan tidak dibenarkan. Karena sebagaimana tugas dan fungsinya, sekolah memiliki peran untuk mendidik siswanya.
"Itulah sebabnya di sekolah ada yang namanya bimbingan konseling," paparnya.
Menurutnya, pihak sekolah semestinya tidak begitu saja mengeluarkan siswanya yang melanggar aturan. Karena harus ada tanggungjawab untuk memulihkan kondisi anak dan tidak melepaskan begitu saja.
Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika ia akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Untuk mengetahui duduk permasalahan dari kasus yang sedang dihadapi tersebut.
"Secepatnya saya panggil kepala sekolahnya. Karena saya ingin tahu lebih jauh duduk perkaranya” pungkasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :