Bayi Bermata Sipit Dibuang di Gilimanuk Gang II


MALANG - Warga Gilimanuk RT 06, RW 12 Lowokwaru heboh, Minggu (16/9) malam.  Seorang penjual bakso dan pejalan kaki menemukan bayi ditelantarkan di pinggir jalan  persis  di depan sebuah toko di Gilimanuk gang II.
Bayi malang yang diduga dibuang orang tuanya itu ditemukan dalam kondisi sehat. Kulitnya putih dan bermata sipit. Kondisinya terbungkus selimut dengan mengenakan setelan baju bayi berwarna kuning.
Saat dibuka, tali pusar masih menempel di tubuh bayi sehat dengan berat sekitar 3 kilogram ini. Supriyantingsih,  pemilik rumah depan jalan penemuan bayi mengatakan,  awalnya mendengar suara gaduh di depan rumahnya sekitar jam 23.00 WIB.
"Saya keluar rumah dan lihat ada bayi di pinggir jalan tepat depan toko saya. Ada warga dan tukang jual bakso juga. Saya suruh mereka masuk bersama bayinya. Bayi ini nangis," kata wanita 56 tahun ini.
Warga langsung menelepon Polres Malang Kota (Makota)  dan PMI Kota Malang. Sebelum petugas datang, Ningsih, sapaan akrab Supriyantingsih dan putrinya Ice Kusuma Dewi, 33 tahun mengganti popok karena si bayi buang air besar. Setelah itu, tetangga yang kebetulan juga merawat bayi, menyerahkan susu formula beserta botol dot.
Usai disusui, bayi itu berhenti menangis dan tertidur. Dewi mengatakan secara fisik bayi tersebut sehat. Anggota tubuhnya lengkap dan bobotnya pun seperti bayi yang lahir normal. "Sebenarnya mau saya adopsi sendiri. Ibu yang pertama menemukan juga ingin mengadopsi bayi ini. Tapi oleh pak polisi dibawa ke RSSA Malang,” ujar Dewi.
Masyarakat, terutama pihak keluarga Ningsih dan Dewi mengaku melihat dua orang seliweran di wilayah tersebut sebelum penemuan bayi. Malam itu dua orang tak dikenal mengendarai motor Honda Beat merah. Keduanya tak memakai helm, dan hanya mengenakan jaket jumper untuk menutupi kepala.
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson mengatakan, pelaku pembuang bayi masih diselidiki. Sampai kemarin siang, petugas polisi yang berada di lapangan  melacak jejak orang tua bayi di klinik-klinik di kawasan Lowokwaru dan sekitarnya.
“Kami selidiki secara mendalam ke klinik-klinik. Terkait kemungkinan pelaku melahirkan di kos-kosan, masih kami dalami lagi. Pelaku terancam pasal penelantaran dalam UU Perlindungan Anak,” tambah Jumbo.
Untuk mencari siapa pelaku pembuang bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang punya cara tersendiri. “Kami share ke petugas di lapangan,” kata Kepala Dinkes Kota Malang,  Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM.
Ia  mengatakan pihaknya mengerahkan petugas posyandu untuk mendata wanita hamil yang baru melahirkan di wilayahnya masing-masing.  Petugas posyandu tersebar di seluruh wilayah di kota pendidikan ini. Bila teridentifikasi, bisa memudahkan penelusuran siapa yang melahirkan namun tak ada bayi di rumah.
Sementara itu, kemarin siang kondisi bayi sudah stabil. Ketua Bhayangkari Polres Makota, Susi Asfuri menaruh kepeduliannya. Istri Kapolres Makot itu ditemani istri Kasatlantas Polres Makota, Gadis Ari Galang menyambangi bayi itu di RSSA.
Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan,  kondisi bayi perempuan tersebut sehat dan stabil. “Bayinya cantik, berjenis kelamin perempuan. Menurut bu Kapolres, kondisinya juga sehat. Kasihan, bayi ini dibuang oleh orang yang harusnya merawat dan mengasihi dia,” ujar Heni.(fin/van)

Berita Lainnya :