Bebaskan Lahan, Perlebar Simpang Empat Danau Jonge


MALANG -  Sebelum pengerjaan Tol Malang-Pandaan Seksi V tuntas, Pemkot Malang menjanjikan skema jalan penunjang sudah tuntas dilakukan. Agar interchange tol pintu Malang yang ada di Madyopuro tidak terkendala arus macet dari jalan penunjang yang ada di sekitarnya. Salah satunya melakukan pelebaran jalan dan pengalihan status jalan.
Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, terdekat akan mewujudkan pengalihan status Jalan  Mayjen Sungkono yang semula jalan kota menjadi nasional. Agar jalan itu menyatu dengan jalan tol. Gantinya, Jalan Ahmad Yani beralih dari jalan nasional menjadi jalan kota. Hal itu sudah disampaikan wali kota kepada Kementerian Perhubungan.
"Ini sebenarnya rencana yang sudah lama. Dan kemarin saat bertemu Pak Menteri Perhubungan, saya sudah sampaikan itu kembali. Disampaikan agar kami berkirim surat, dan akan segera kami lakukan," terang Sutiaji.
Lebih jauh Sutiaji menjelaskan, targetnya tahun ini pengalihan jalan tersebut sudah bisa dilakukan. Sehingga, kendaraan besar nantinya tidak menggunakan jalanan yang berada di tengah kota dialihkan ke jalan yang ada di pinggir kota.
"Jalan Mayjend Sungkono nanti akan jadi jalan nasional, kemudian Jalan A. Yani sampai Kayu Tangan akan jadi jalan Kota Malang," imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pelebaran jalan penunjang tol. Beberapa titik jalan dan simpang yang akan diproritaskan adalah kawasan perempatan Jalan Danau Jonge, sepanjang Jalan Sulfat, kawasan Jalan Danau Toba- Jalan Ranugrati dan juga kawasan Muharto.
Menurut Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang beberapa progress lelang berkaitan dengan pelebaran jalan untuk menunjang arus Interchange Tol sudah dilaksanakan.
Diantaranya lelang Konsultasi Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Koridor Jalan Danau Toba. Pekerjaan ini pagu anggarannya Rp 250 juta dari APBD Kota Malang 2019. Selain itu juga terdapat lelang jasa konsultansi perencanaan studi dan identifikasi kaki simpang dengan pagu anggaran Rp 490 juta. Semua dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang.
Kepala DPUPR Kota Malang Ir Hadi Santoso menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema atau konsep pengembangan jalan pendukung pintu keluar tol Malang Pandaan.  Salah satunya dalam kurun waktu tahun 2019 ini akan dilakukan yakni  pelebaran jalan dan pembebasan lahan sekitar exit tol.
“Pembebesan lahan di antaranya dilakukan di kawasan seperti simpang tiga Jalan Ki Ageng Gribig hingga kawasan Jalan Danau Toba. Kawasan Sulfat juga akan dilakukan pelebaran dan pembebasan lahan,” ujar Soni, panggilan akrabnya.
Hal ini dilakukan agar ruang milik jalan (Rumija) bertambah luas. Lebar Rumija yang akan direalisasikan rencananya 10 sampai 30 meter.
Kawasan-kawasan ini akan dilalui pengendara usai keluar dari Tol Mapan menuju Kota Malang. Kawasan lain seperti Jalan Muharto pun akan dilakukan pelebaran jalan. Termasuk persimpangan-persimpangan yang selama ini menjadi titik penumpukkan kendaraan. Salah satunya di pertigaan Jalan Muharto arah ke Polehan dan perempatan Pasar Kebalen. (ica/aim)

Berita Terkait